Meninggal karena diet berlebihan sehingga terkena anoreksia

Posted on January 10, 2011

0


Diet sebenarnya muncul menurutku sih karena problem penyakit. tentu kita ingat bahwa makan berlebihan sangat berperan terhadap munculnya penyakit tertentu dan karena itu dikendalikan dengan cara diet. Namun, ternyata diet ini juga diterapkan untuk seseorang yang sehat dan semua itu bermula dari masalah penampilan. Hal demikian sering terjadi pada remaja putri, karena dengan bobot tubuh yang gemuk atau sangat gemuk dianggap tidak menarik dan berupaya agar menguruskan badannya dengan diet. namun diet yang berlebihan atau pola diet dengan konsumsi obat-obatan yang tidak benar bisa berdampak pula. Bahkan seorang model internasional mengalaminya sehingga sampai kurus kering terserang anoreksia sehingga di usia muda meninggal dunia, 28 tahun. begini kisahnya.

Perjuangan Terakhir Sang Model Kerempeng
Model ini gemparkan dunia saat pamerkan tubuh polosnya yang tinggal tulang berbalut kulit.
JUM’AT, 31 DESEMBER 2010, 00:18 WIB

Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

Isabelle Caro
VIVAnews – Isabel Caro, model dan aktris asal Prancis yang menjadi simbol internasional untuk perjuangannya dengan anoreksia meninggal dunia di usia 28 tahun. Namun, kematian Caro tidak sia-sia. Siapakah Caro?

Nama Caro mulai mencuat pada 2007 setelah berpose bugil membintangi sebuah iklan kontroversial tentang pencegahan anoreksia di Italia. Model ini menggemparkan dunia saat memamerkan tubuh polosnya yang tinggal tulang berbalut kulit. Saat itu berat badannya 30,8 kg dengan tinggi sekitar 1,6 meter. 

Caro yang mengidap anoreksia sejak usia 13 tahun, bersedia tampil tanpa busana dalam iklan itu, karena dia berniat membuat wanita menyadari bahaya anoreksia atau kelainan pola makan lainnya. Sayangnya, karena cukup menghebohkan, iklan ini dilarang tayang di beberapa negara.

Meskipun berita kematiannya baru terkuak baru-baru ini, namun mantan pelatih aktingnya Daniele Dubreuil-Prevot mengungkapkan, Caro meninggal pada 17 November lalu. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Caro dirawat selama dua minggu di rumah sakit akibat komplikasi pneumonia (radang paru-paru), sepulang menyelesaikan pekerjaan di Tokyo, Jepang. 

Agar perjuangannya tidak sia-sia, pada 2008, Caro menulis sebuah buku bertajuk ‘The Little Girl Who Didn’t Want to Get Fat’. Ia juga sering mengampanyekan bahaya anoreksia di beberapa media. Salah satunya di acara yang dipandu Jessica Simpson, ‘The Price of Beauty’. Dalam acara itu, Caro blak-blakan mengungkapkan kisahnya yang ingin bertubuh langsing di masa remaja hingga akhirnya menjadi pengidap anoreksia.

Sayangnya, ketika ia menyadari bahaya anoreksia, dan berjuang keras untuk sembuh dari kelainan pola makan itu, semuanya sudah terlambat. Ia pun meninggal di usia muda.

nah, buat yang b elum paham tentang anoreksia, bisa lebih jelas membaca tulisan di bawah ini.
Anda tentu mengenal super model Kate Moss? Badannya yang kurus tanpa daging pernah menjadi ikon kecantikan. Kalau mau dibilang cantik harus berbadan serata papan seperti dia.
Mesti mengerikan, namun ternyata banyak gadis terobsesi ingin mempunyai badan sekurus Kate. Super model mantan pacar Johnny Depp ini dituding mengidap Anoreksia nervosa untuk mempertahankan badan bak tanpa daging.

Sebagian kita barangkali bertanya, apa sih Anoreksia nervosa? Apakah ini semacam penyakit atau tren yang banyak dianut selebriti kelas dunia? Yang perlu dicatat adalah: Anoreksia nervosa merupakan kelainan, bukan tren. Biasanya penderita Anoreksia ditandai dengan perubahan gambaran tubuh sendiri, munculnya ketakutan luar biasa akan kegemukan, penolakan untuk mempertahankan berat badan normal sehingga mereka ngotot diet mati-matian agar mendapat badan super kurus, atau bahkan memuntahkan kembali makanan yang sempat ditelan dan masuk ke lambung (kelainannya disebut Bulimia), hilangnya siklus menstruasi pada wanita.

Sekitar 95% penderita Anoreksia adalah perempuan. Tak mengherankan, soalnya jika dikaitkan dengan isu kecantikan, para perempuan lebih gampang ‘diintimidasi’ termasuk gambaran tentang tubuh ideal (atau super kurus) agar bisa disebut ‘cantik’.

Kapan kelainan Anoreksia muncul? Biasanya mulai timbul pada masa remaja atau dewasa. Penyakit ini biasanya menyerang mereka yang berasal dari kalangan sosial ekonomi menengah atas. Mereka yang hidup pas-pasan tak harus mengalami Anoreksia untuk tetap kurus kan.
Berdasarkan derajatnya, Anoreksia bisa bersifat ringan dan sementara atau berat dan berlangsung lama. Apa sih penyebab kelainan ini? Sejauh ini penyebab pasti tidak diketahui, namun faktor sosial tampaknya memegang peran penting. Penderita ingin kurus karena merasa dengan badan gemuk menjadi tidak menarik, tak sehat serta tidak diinginkan lingkungan.

Bagaimana gejala orang dengan kelainan Anoreksia? Jika kelainan ini terjadi pada perempuan, yang bersangkutan menjadi sangat teliti dan kompulsif dengan standar tinggi untuk berprestasi dan sukses. Indikasi awal dari kecenderungan terjadinya kelainan ini adalah meningkatnya perhatian terhadap makanan dan berat badan, bahkan pada penderita yang sebelumnya sudah kurus.

Keasyikan dan kecemasan mengenai berat badan semakin meningkat, sejalan dengan semakin kurusnya badan penderita. Meski sudah kurus, penderita tetap merasa gemuk, selalu menyangkal jika hal itu salah. Meski merasa lapar, mereka akan mengabaikannya, karena merasa takut ‘gemuk’.

Penderita merasa dirinya ‘normal’ dan tidak ada yang salah dengan hal tersebut, sehingga tidak merasa ke dokter.
Orang dengan Anoreksia nafsu makannya berkurang, meski sebenarnya penderita anoreksia lapar dan berselera terhadap makanan 

“Saya pantang makanan berlemak!” Kalimat serupa ini sangat sering terdengar. Bisa jadi, Anda juga salah satu orang yang “membenci” lemak. Memang benar, lemak diketahui memiliki peran memicu berbagai gangguan kesehatan. Tapi, sebenarnya tubuh membutuhkan lemak untuk mendapatkan energi, agar kita dapat beraktivitas.
Demi menepis anggapan keliru yang membuat semua orang antilemak, para peneliti dari Harvard University, USA membagi pengetahuan bahwa tidak semua lemak berdampak buruk bagi tubuh. Ada juga jenis lemak yang baik.

Berikut, beberapa jenis lemak yang bisa diajak bersahabat:

1. Lemak tak jenuh tunggal, banyak terdapat pada kacang tanah, minyak kanola, atau buah zaitun. Jenis minyak ini sangat baik mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah (LDL).
2. Lemak yang berasal dari kacang atau produk kacang-kacangan (Almon, makadamia, mete, pekan, hazelnut, kacang tanah). Selain sebagai sumber protein, bahan makanan ini adalah sumber serat dan fitokimia. Para ahli meyakini kedua nutiri tersebut mampu memerangi dan mencegah kanker.
3. Advokad. Buah ini mengandung lemak yang baik bagi tubuh dan terbukti mengandung kadar vitamin E yang sangat tinggi. Lemak advokad berfungsi menjaga kesehatan kulit dari dalam dan mencegah serangan jantung.
4. Ikan laut terutama salmon dan makarel mengandung asam lemak omega-3 yang sangat tinggi. sangat baik dikonsumsi bagi mereka yang memiliki kadar kolestrol yang tinggi. Lemak dari ikan laut ini, diketahui bermanfaat mencegah penyakit jantung, kanker, serta mengurangi gejala perdangan, seperti arthritis.

So, tak usah ragu mengonsumsi lemak. Asalkan Anda memilih baik untuk dijadikan sahabat!

Mungkin ini bisa jadi pelajaran penting buat remaja putri, terima apa adanya apa yang dikarunia Tuhan YME. Diet boleh-boleh saja, namun perlu berkonsultasi dulu dengan ahlinya. Jangan asal menahan lapar dan dahaga agar bisa kurus atau minum obat yang kadang juga bisa berdampak pada organ tubuh. Yang penting, lakukan sesuai saran dokter.
Posted in: anak dan remaja