Tumben PSIM menang dengan PERSIK

Posted on January 10, 2011

0


Hehe…iya nich.. kalau lihat televisi biasanya PSIM kalah. ya..gpp..sekarang cukup terhibur, PSIM bisa menang. Menang lagi yach..jangan sekali dua kali.

DIVISI UTAMA
PSIM Taklukkan Persik 2-0
Senin, 10 Januari 2011 | 18:18 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Final Daeng

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Tuan rumah PSIM Yogyakarta menaklukkan Persik Kediri dengan dua gol tanpa balas dalam lanjutan pertandingan Grup II Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (10/1/2011) sore. Dengan hasil ini, PSIM terus menguntit Mitra Kukar sebagai pemuncak sementara klasemen Grup II.

Saat ini, PSIM menduduki peringkat kedua klasemen dengan poin 18, sama dengan Mitra Kukar, tetapi kalah selisih gol dan dua pertandingan di tangan. Adapun Persik Kediri tetap berada di posisi ketiga dengan poin 15.

Kedua gol PSIM diborong oleh striker Engkus Kuswaha pada menit ke-19 dan 68. Hujan deras yang terjadi pada babak kedua sempat membuat permainan terhambat karena bola yang tak mengalir.

PSIM sukses menekan barisan dua kali juara Liga Indonesia itu sejak menit pertama melalui trio penyerang, yaitu Steven Anderson, Engkus, dan Elthon Maran. Persik hanya bisa melancarkan serangan balik melalui striker Andrian Trinidad dan sayap kiri Faris Aditama.

Gol pertama berawal dari kerja sama Elthon dan Steven di kotak penalti Persik pada menit ke-19. Umpan tarik Elthon dari sisi kiri gawang Persik disambut tendangan setengah voli yang membentur tanah dan tak bisa dicegah oleh kiper Hery Prasetyo.

Adapun gol kedua bermula dari tendangan bebas Topas Pamungkas di babak kedua. Bola dari sisi kiri pertahanan Persik disambut sundulan lambung Steven dalam kotak penalti. Bola yang sebenarnya jatuh di kaki Slamet Sampurno lolos karena lapangan yang becek. Situasi itu dimanfaatkan oleh Engkus, yang sudah menunggu di dalam kotak penalti untuk menceploskan gol kedua.

Seusai pertandingan, Pelatih PSIM Maman Durachman mengaku puas dengan penampilan disiplin anak asuhnya yang membuat dua striker Persik, Andrian dan Wawan Widiantoro, tak berkutik. “Instruksi saya untuk mensterilkan kotak penalti berjalan baik,” katanya.

Tapi memang kita akui bahwa masih mending kalau sering menang di kandang daripada udah di kandang kalah, tandang apalagi. Klub yang kuat biasanya di kandang selalu menang, dan kemudian sering menang di tandang juga.


Posted in: sepakbola 3