Berakhirnya masa jaya situs porno di Blackberry

Posted on January 11, 2011

0


saat datang ke rumahku temen adikku mengeluh, biarpun sudah menikah, dia cuma bilang, “yach, ngga bisa lagi nich buka situs porno.” kebetulan kulihat hp dia dan ternyata memang blackberry.

Blackberry Nyerah, Situs Porno Segera Diblokir

Selasa, 11 Januari 2011 00:20 WIB | Iptek | Teknologi | Dibaca 4305 kali
Blackberry Nyerah, Situs Porno Segera Diblokir
(blackberryrocks.com)

Jakarta (ANTARA News) – Produsen ponsel pintar Blackberry, Senin, menyatakan akan sesegera mungkin menyaring situs porno setelah pemerintah Indonesia mengancam menutup layanannya di Indonesia jika tidak mau memblokir akses ke situs-situs porno.

Dalam pernyataan tertulisnya, seperti dikutip AFP, Research in Motion (RIM), pembuat Blackberry, mengatakan bahwa mereka telah berbicara dengan para mitranya dan pemerintah Indonesia mengenai tuntutan pemblokiran situs-situs porno tersebut.

RIM melanjutkan bahwa mereka menempatkan tuntutan pemerintah Indonesia itu pada prioritas tertinggi dan caranya dengan mengimplementasikan solusi teknis yang memuaskan sesegera mungkin.

“Research In Motion menegaskan bahwa perusahaan memahami urgensi Menteri (Komunikasi dan Informatika) Tifatul Sembiring perihal masalah itu dan sepenuhnya bersedia bekerjasama dengan operator-operator (telekomunikasi) Indonesia untuk menerapkan satu penyelesaian tapisan yang cepat dan mengalah demi para pelanggan Blackberry di Indonesia dengan sesegera mungkin,” demikian RIM dalam pernyataan tertulisnya seperti dikutip New York Times.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengancam akan memblokir salah satu fasilitas layanan ponsel pintar itu di Indonesia.

“Jika nanti pada pertemuan pada 17 Januari 2011, RIM tidak comply (mematuhi) kebijakan kami, maka fasilitas browsing Blackberry akan diblokir,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Senin. (*

Apakah BlackBerry Bayar Pajak? Itu Rahasia
Ditjen Pajak justru bertanya darimana Tifatul mendapatkan data tersebut.
SELASA, 11 JANUARI 2011, 19:55 WIB

Nur Farida Ahniar

BlackBerry (VIVAnews)

VIVAnews – Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan Research In Motion (RIM) tidak membayar pajak sepeserpun kepada pemerintah. RIM juga tidak membangun infrastruktur jaringan seperti operator lain.

Pernyataan Tifatul tersebut disampaikan di akun twitter terkait rencana pemblokiran layanan BlackBerry oleh pemerintah. Dalam akun twitter pribadinya, Tifatul menulis, “CATAT: RIM tanpa bayar pajak sepeser pun kepada RI, tanpa bangun infrastruktur jaringan apa pun di RI. Seluruh jaringan adalah milik 6 operator di INA (Indonesia),” ujar Tifatul.

Namun, RIM berhasil menangguk pemasukan bersih di Indonesia sebesar Rp189 miliar per bulan atau Rp2,26 triliun per tahun.

Status Tiffatul bisa dilihat disini.

Lantas benarkah RIM sama sekali tidak membayar pajak? 

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak M Iqbal Alamsjah mengatakan dirinya tidak dapat memberikan informasi apakah RIM membayar pajak atau tidak selama ini.

Hal itu menyangkut kerahasiaan wajib pajak yang diatur dalam Pasal 34 Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Dalam pasal tersebut mengatur mengenai rahasia jabatan, baik pejabat maupun tenaga ahli dilarang memberitahukan data-data tentang wajib pajak kepada pihak lain, kecuali untuk kepentingan pengadilan.

Iqbal justru balik bertanya darimana Tifatul mendapatan data bahwa RIM sudah membayar pajak atau belum.

“Karena yang memberikan statement beliau (Tifatul), silahkan bertanya darimana pak Tifatul mendapatkan data itu. Saya tidak mempunyai kapasitas menjawab, karena itu kerahasiaan,” ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 11 Januari 2011.

Namun, dia menjelaskan secara umum, Direktorat Jenderal Pajak menerima pembayaran pajak dari wajib pajak pribadi atau badan seperti dari perusahaan. Jika wajib pajak seperti perusahaan sudah membayar pajak, hal tersebut juga tidak bisa diumumkan karena menyangkut kerahasiaan.