Pejabat kita masih beruntung hidup di Indonesia

Posted on January 11, 2011

0


Iya, kalau mau jujur semestinya pejabat kita mesti bersyukur. Hidup tidak teramat dihantui oleh teror. belum lagi berbagai fasilitas berlebih diberikan oleh negara. tenang dan makmur. namun, jika melirik dua walikota yang hidup di tengah-tengah kekerasan rasanya hidup makmur juga percuma, salah-salah nyawa melayang.

NARKOBA
Lagi, Dua Wali Kota Ditembak Mati
Selasa, 11 Januari 2011 | 17:04 WIB
the real timer
Anggota militer berjaga di lokasi pembunuhan yang diduga sebagai buntut peperangan antar kartel narkoba di Acapulco.

MEXICO CITY, KOMPAS.com — Dua wali kota di kota kecil Meksiko telah ditembak hingga mati pada bulan ini, yang tampaknya sebagai bagian dari kekerasan obat bius dalam beberapa tahun belakangan ini, demikian dilaporkan juru bicara pemerintah, Selasa (11/1/2011).

Wali Kota Temoac, sebuah kota dari 12.000 warga di negara bagian Morelos di Meksiko tengah, telah ditembak wajahnya pada jarak dekat.

Beberapa penuntut mengatakan pembunuhan itu, seperti pembunuhan sebelumnya, yang mungkin dilakukan oleh anggota mafia narkoba.

Menurut laporan, sebelum Wali Kota Abraham Ortiz Rosales ditembak, dia menghentikan truknya dan mengizinkan penembak itu untuk mendekat. Ini mengindikasikan bahwa Rosales mengenal pria penembaknya.

Pada Jumat, pemerintah negara bagian Coahuila, bagian utara Meksiko, menemukan mayat yang penuh lubang peluru. Mayat tersebut adalah wali kota Zaragoza, Saul Vara Rivera, yang dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya.

Sebanyak 14 wali kota Meksiko telah tewas pada 2010, sebagian besar di bagian utara negara itu yang bergolak. Wilayah itu telah dicengkeram oleh kekerasan antara geng-geng narkoba dan pasukan keamanan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Lebih dari 30.000 orang telah tewas dalam kekerasan terkait obat bius, termasuk penculikan dan pembunuhan massal, sejak Presiden Meksiko Felipe Calderon melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap gerombolan itu pada 2006.

=================

AKSI KEKERASAN
Remaja Ini Menembak Mati Wakil Walikota
Minggu, 28 November 2010 | 17:50 WIB

MANILA, KOMPAS.com – Sejumlah pria bersenjata, yang masih remaja menembak mati deputi wali kota pada Minggu (28/11/2010) di provinsi selatan Filipina.

Alexander Tomawis, wakil wali kota Barira, Provinsi Maguindanao ditembak dua tersangka yang masih berusia remaja.

“Tomawis tak tertolong dan dinyatakan tewas ketika tiba di rumah sakit,” kata pernyataan kantor kepolisian setempat.

Motif serangan tersebut masih belum diketahui, namun diduga persaingan beberapa kelompok Muslim yang ingin saling berebut kekuasaan telah memicu kekerasan berdarah di wilayah selatan tersebut.

Pada November tahun lalu, kelompok yang paling populer Ampatuan diduga merencanakan pembantaian terhadap 57 orang akibat kegagalannya menghentikan calon dari pihak lawan yang tengah mereka saingi untuk perebutan kursi gubernur di provinsi itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

ANT, AFP
Jadi, semestinya para pejabat di Indonesia mestinya bersyukur, karena rakyatnya masih menghormati. Tentunya, jangan sampai lupa diri dan lebih mementingkan kepentingannya. Berbuat yang sewajarnya saja sudah cukup dan ngga perlu berlebihan. cukup tidak berlebihan melakukan hal-hal yang merugikan negara. kan ngga sulit.
Posted in: berita 4