Bener memang kelas menengah tanpa krisis tersirat dari optimisme BMW naik 38 persen penjualannya

Posted on January 12, 2011

0


Memang kelas menengah tetap menjadi bidikan para produsen dunia dan Indonesia tetap menjadi pasar yang menjanjikan karena kelas menengah yang stabil dan kebal terhadap krisis ekonomi.

Penjualan BMW Indonesia Naik 38 Persen

Rabu, 12 Januari 2011 | 09:35 WIB

KOMPAS.com/Zulkifli BJ
BMW makin gencar melakukan promosi termasuk mulai mengikut pameran mobil di Indonesia tahun lalu

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan BMW di Indonesia naik hingga 38 persen pada 2010, yaitu dari 901 unit (2009) menjadi 1.240 unit. Menurut rilis yang dikirimkan BMW Indonesia yang dikirim ke KOMPAS.com pagi ini mengatakan, hasil tahun lalu merupakan pertumbuhan tahunan tertinggi yang diperoleh BMW Indonesia dalam satu dekade terakhir. Ditambahkan, keberhasilan itu ditunjang dengan semakin banyaknya model baru yang diluncurkan.

“Kami senang denganprestasi tersebut. Sepuluh model baru yang diluncurkan sepanjang tahun lalu tidak hanya mendorong volume penjualan kami dalam jangka pendek, juga memperkuat citra jangka panjang,” ungkap Ramesh Divyanathan, Presiden Direktur PT BMW Indonesia.

Dirinci, Seri-5 berkonstribusi 328 unit atau naik 58 persen, Seri-7 mencapai 65 unit , naik 30 persen dan Seri-3 hanya 529 unit, turun 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk model X, terjual 265 unit, teratas di segmen SUV premium. Sedangkan penjualan BMW X5 tumbuh 126 persen atau mencapai 122 unit, naik 126 persen, diikuti X6 dengan 36 unit, naik 71 persen, X3 dengan 10 unit, naik 11 persen dan BMW X1, 97 unit. Khusus X1 yang pasarkan dengan dua pilihan mesin, diesel dan bensin, komposisi penjualannya 50:50. Sementara itu, Gran Turismo – segmen terbaru di Indonesia – tahun lalu terjual 26 unit.

Tentang porspek 2011, Ramesh Divyanathan mengharapkan pertumbuhan dua digit dan optimis bisa dicapai. Kalau pun ada kendala, adalah perubahan pajak kepemilikan kendaraan saat ini.

Ramesh yakin, penjualan BMW di Indonesia tumbuh karena ketersediaan model terbaru semakin lancar. Antara lain Seri 5, X5 generasi terbaru dan X1. “Semuanya berpeluang tumbuh di segmen masing-masing,” jelasnya. Untuk tahun ini, BMW Indonesia berencana memperkenalkan 8 model terbarunya plus menambah model yang menggunakan mesin diesel.

Penulis: Zulkifli BJ
Editor: Zulkifli BJ

================

BMW Sodorkan SUV X1 Termurah untuk India

Jumat, 24 Desember 2010 | 14:41 WIB

BMW India

NEW DELHI, KOMPAS.com — BMW memperkenalkan sport utility vehicle (SUV) X1 termurah untuk pasar India, kemarin (23/12/2010). Kendaraan ini dirakit di Chennai, India, dengan dana investasi 180 crore atau Rp 3,59 triliun. Adapun harga pasarnya dimulai dari yang terendah 22 lakh (Rp 437,1 juta) sampai 29,9 lakh (Rp 594,1 juta).

SUV ini punya dua varian, yakni X1 18i sDrive dengan tenaga maksimum 150 BHP dan torsi 200 Nm pada 3.600 rpm yang dihargai Rp 437,1 juta. Varian satunya lagi versi diesel dengan dua pilihan, yakni X1 20d sDrive, yang dihargai Rp 474 juta lebih (23,9 lakh) dan X1 20d sDrive eksklusif dibanderol Rp 594,1 juta (29,9 lakh). Untuk mesin diesel, tenaganya 177 BHP dan torsi 350 Nm pada 1.750-3.000 rpm.

BMW mengklaim, khusus mesin diesel, akselerasi 0-100 km per jam ditempuh 8,3 detik, sedangkan bensinnya 10,4 detik. Semua model BMW X1 dilengkapi dengan transmisi otomatis 6 tingkat percepatan.

Mengenai konsumsi bahan bakar, BMW mengambil perhitungan tes dari ARAI. Hasilnya, X1 mesin bensin 11,24 km per liter, sedangkan diesel 15,24 km per liter.

“BMW X1 ini memang disetel untuk menjadi ukuran bagi kendaraan pembawa keperluan aktivitas olahraga yang memiliki mesin dengan tingkat efisiensi bahan bakar luar biasa,” ungkap Andreas Schaaf, Presiden BMW India, saat peluncuran. Posisi X1 ini, lanjutnya, berada di bawah saudara kandungnya, X3 dan X5, yang sedang dipasarkan di India.

Kehadiran SUV kompak ini bakal merecoki persaingan pasar SUV yang sedang berlangsung ramai di Negeri Sari, antara Toyota Fortuner, Nissan X-Trail, Mitsubishi Outlander, dan Hyundai Santa Fe.

Penulis: Sabastian
Editor: BastianThe Economic Times

Sumber :
Posted in: BMW