Kasus Century yang berlarut-larut, memaksa pemerintah audit forensik berbiaya Rp 90 milyar

Posted on January 12, 2011

0


Jawaban kepastian tentang bank Century belum diperoleh dan karena itu, perlu kejelasan akurasi data dan kesimpulan agar tidak simpang siur dan menimbulkan  keresahan terhadap kredibilitas perbankan.

Audit Forensik Century Butuh Rp90 Miliar
Audit khusus itu akan menelusuri permasalahan di Bank Century.
RABU, 8 DESEMBER 2010, 15:54 WIB

Nur Farida Ahniar, Syahid Latif

 

Bank Century (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Pemerintah akan melakukan audit forensik terhadap Bank Century (kini berubah menjadi Bank Mutiara). Lembaga Penjamin Simpanan memperkirakan audit yang akan membedah Bank Century itu menelan dana US$2-10 juta (Rp18-90 miliar)

“Kami sudah siapkan bidding, biaya cukup besar bisa sampai US$2 juta
paling murah dan paling mahal US$ 10 juta,” kata Kepala Eksekutif LPS
Firdaus Djaelani dalam Rapat Kerja Tim Pengawas Bank Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Desember 2010.

Menurut Firdaus, besarnya anggaran audit forensik tersebut sampai saat
ini belum diputuskan. Sehingga kebutuhan anggaran masih harus tergantung dari seberapa dalam dan luas audit forensik akan dilakukan.

“Sebelum kami melakukan bidding kami akan bawa draft untuk diketahui anggota Tim Pengawas biar tidak ada kesalahan mengenai apa yang akan diaudit,” kata Djaelani.

Pada bagian lain, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan,
besaran anggaran audit forensik yang diungkapkan LPS baru bersifat indikatif. Namun yang pasti, anggaran itu akan dibebankan semuanya kepada LPS.

“Forensik audit itu lingkup kerjanya cukup berat, nanti terms and
conditions
nya bisa dijelaskan oleh LPS,” katanya.

Agus menjelaskan audit forensik Bank Century adalah audit khusus yang benar-benar akan menelusuri permasalahan di Bank Centuy. Audit sendiri dimulai dari kondisi Century ketika masih bernama Bank CIC,
dilanjutkan ketika berubah menjadi Bank Century dan terakhir Bank
Mutiara. “Jadi forensik audit itu mulai 2001 sampai 2008,” katanya.

Untuk menambah keakuratan hasil audit, tim juga berencana mengundang auditor internasional untuk menilai kondisi Bank Century. Nantinya hasil audit akan langsung diberikan kepada tim terpadu yang diketuai Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.

“Jadi nanti LPS tidak bisa tentukan mau laporannya kayak apa. Sudah
disepakati dari awal yang memberikan instruksi adalah tim terpadu.
Lingkup kerjanya akan dibahas bersama tim pengawas di DPR. Kita
harapkan nanti hasilnya bagus,” katanya.

Ketika disinggung apakah hasil audit bisa menjamin kembalinya dana
nasabah Antaboga Delta Sekuritas, Menkeu tidak menjawab secara tegas.

Namun, dia yakin hasil audit akan benar-benar lengkap dan membuka
kondisi sebenarnya  Bank Century. (umi)

============

Kejaksaan Terus Kejar Aset Century di Swiss
Aset Century di Swiss berjumlah US$155.991.670,79 atas nama Telltop Holding Limited.
RABU, 8 DESEMBER 2010, 15:32 WIB

Arry Anggadha, Anggi Kusumadewi

 

Century Bank (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Kejaksaan Agung menegaskan masih terus mengejar aset-aset Bank Century yang berada di Swiss dan Hongkong. Kedua negara itu pun sudah menyanggupi akan membantu pemerintah Indonesia untuk mendapatkan uang itu.

“Kejaksaan bersama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian, PPATK, BI, dan LPS, sedang berupaya untuk menyelamatkan aset-aset yang ada di Swiss dan Hongkong,” kata Jaksa Agung Basrief Arief dalam Rapat Kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 8 Desember 2010.

Basrief menjelaskan, aset Century di Swiss berjumlah US$155.991.670,79 atas nama Telltop Holding Limited. Aset tersebut disimpan dalam posisi Outstanding Fiduciary Deposit di Dresdner Bank. “Dalam rangka pengejaran aset tersebut, Tim Terpadu telah mengambil langkah-langkah politis maupun teknis,” papar Basrief.

Tim Terpadu, lanjut Basrief, telah bertemu dengan para pejabat tinggi pemerintah Swiss. Hasilnya, pemerintah Swiss berkomitmen membantu pemerintah RI dalam melacak, membekukan, menyita, dan mengembalikan aset hasil korupsi.

Sementara dari segi teknis, pada tanggal 10 Agustus 2010 lalu, Tim Terpadu telah melaksanakan pertemuan dengan pejabat Kejaksaan, Kehakiman, dan Kementerian Luar Negeri Swiss di Bern, untuk meminta bantuan otoritas Swiss guna memblokir — atau jika dimungkinkan menyita — aset Century yang ditempatkan di Dresdner Bank. Aset tersebut diharapkan dapat menjadi uang pengganti untuk mengembalikan kerugian negara.

Sementara itu, aset Century di Hongkong berjumlah USD 388.860.067 dan SGD 650.006.921 (sekitar Rp10,5 triliun). Aset tersebut ditempatkan di Standard Chartered Bank dan Ing Bank Arlington Assets Investment, Hongkong.

“Tim Terpadu telah bertemu dengan Departemen Kehakiman Hongkong pada 25-26 Agustus dan 8-10 November 2010 untuk membahas upaya pengembalian aset Bank Century yang ada di Hongkong,” jelas Basrief.

Ia menuturkan, pertemuan berjalan dengan baik dan kondusif. Otoritas Hongkong pun menyanggupi untuk senantiasa menyampaikan setiap perkembangan terkait proses pengajuan pembekuan aset yang dimohon oleh pemerintah RI.

“Pemerintah RI pun berkomitmen untuk selalu mengkomunikasikan setiap perkembangan terkait proses penegakan hukum Bank Century di tanah air,” tutup Basrief. (sj)

Posted in: berita 4