Sepeda motor masih menjadi kendaraan favorit di Indonesia

Posted on January 12, 2011

0


Tahun boleh berganti tahun, namun pengguna sepeda motor tetap mendominasi kehadirannya di jalan raya,  Ukurannya yang hanya bisa dinaiki 2 orang sehingga bisa digunakan di berbagai situasi dan kondisi jalan dan irit bahan bakar menjadi praktis sehingga menjadi alasan masuk akal hampir sebagian besar keluarga di Indonesia.

72 Persen Keluarga Indonesia Pengguna Sepeda Motor

Rabu, 12 Januari 2011 | 14:37 WIB

agung kurniawan/kompas.com

(dua dari kiri) Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan Paulus S Firmanto

JAKARTA, KOMPAS.com – Minimnya sarana transportasi massal di Indonesia, membuat kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun  mobil-menjadi pilihan utama masyarakat.  Malah  sepeda motor menjadi idola  karena harganya terjangkau, praktis dan biaya operasional yang  murah.

Faktor tersebutlah yang menyebabkan  keluarga di Indonesia “wajib” punya sepeda motor. Menurut data Kementerian Perhubungan, 72 persen keluarga memilih sepeda motor untuk transportasi utama. Setiap 1.000 penduduk di Indonesia terdapat 210 motor atau berskala 4,7: 1.

“Pada 2002 kepemilikan sepeda motor masih sedikit. Lebih banyak keluarga tidak punya sepeda motor. Presentasenya sampai 67 persen. Namun  tahun lalu (2010) berubah drastis,  hanya 28 persen keluarga yang tidak punya sepeda motor,” ujar Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono di sela peluncuran buku “Hiruk-Pikuk Bersepeda Motor” di Menara Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini (12/1/2011).

Paulus Sugih Firmanto, General Manager Promotion and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menambahkan, saat ini terjadi pergeseran pengguna sepeda motor baik dari prilaku, usia sampai mekanisme regulasinya. Sekarang ini, jelasnya, usia pengendara motor makin bergeser ke usia lebih dini, yaitu 13-15 tahun..

“Sekarang bikin SIM tak sesulit dulu. Banyak anak belum cukup umur sudah menggunakkan motor. Bahkan saat ini tren-nya beli motor dulu baru belajar. Dulu kebalikannya! Budaya ini yang sudah bergeser,” ujar Paulus.

Peningkatan kepemilikan sepeda motor di Indonesia terus terjadi seiring membaiknya tingkat ekonomi.  Penjualan sepeda motor terus tumbuh, tahun lalu  mencapai 7,3 juta unit.

Bambang menambahkan, presentase keluarga pemilik sepeda motor lebih dari satu di Indonesia juga bertambah 3 persen pada 2010 menjadi 17 persen. Tercatat pula 84 persen keluarga pengguna mobil juga mempunyai  sepeda motor.

“Ini bukti sepeda motor adalah   kendaraan alternatif yang menjadi pilihan semua,” tukasnya. Sampai kini, diprediksi populasi kuda besi di seluruh Indonesia mencapai 47 juta unit dan 9,5 juta mobil . Di Jakarta saja, tercatat 11 juta kendaraan bermotor,  9 juta adalah  sepeda motor.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Zulkifli BJ

==================

Pantas kalau Jakarta Macet!

Selasa, 11 Januari 2011 | 18:32 WIB

Istimewa

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah sepeda motor di seluruh Indonesia saat ini diperkirakan 50 juta unit. Di Jakarta saja, setiap hari (sampai 2010) tercatat lebih dari 8 juta unit kendaraan roda dari total 11 juta kendaraan yang memadati jalan-jalan protokol di Ibu Kota.

Tingginya kepemilikan sepeda motor setali tiga uang dengan angka kecelakaannya. Dari data Kepolisian RI dilaporkan bahwa dari total kasus kecelakaan, 70 persennya dialami oleh pengendara sepeda motor. Bahkan PT Jasa Raharja yang menyantuni korban kecelakaan harus mengeluarkan santunan Rp 1,3 triliun untuk pengendara motor periode Januari-Oktober 2010.

Secara umum, korban kecelekaan lalu lintas jalan masih cukup tinggi di Indonesia. Sepanjang 1992 hingga 2010, tak kurang dari 300.000 jiwa melayang. Belum lagi korban luka berat dan luka ringan yang tak kurang dari setengah juta orang.

Data-data tersebut terangkum dalam buku Hiruk Pikuk Bersepeda Motor yang ditulis oleh Edo Rusiyanto, jurnalis, blogger, dan anggota penggiat safety riding di Indonesia. Selain data kecelakaan, buku setebal 156 halaman ini mengisahkan tentang perjalanan industri roda dua,safety riding, dan banyak lagi.

“Saya menyambut baik hadirnya buku ini (Hiruk Pikuk Bersepeda Motor) merupakan salah satu potret kehidupan pengendara sepeda motor di Tanah Air. Saya harapkan buku ini bisa menjadi salah satu bacaan untuk menularkan kesadaran bersepeda motor yang bersahabat dan santun di jalan untuk terwujudnya perilaku bermotor yang humanis,” komentar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam rilisnya yang diterima Kompas.com, Minggu (9/1/2011).

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian

 

 

 

 

Advertisements
Posted in: sepeda motor