Mat ultah Antara News yang ke-73 tahun

Posted on January 14, 2011

0


Usia yang sangat tua menurut perjalanan waktu manusia, sehingga boleh dibilang banyak hal positif diperoleh masyarakat dari berbagai pemberitaannya tentang berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam negeri maupun luar negeri. Bisa jadi peran sejak  kemerdekaan dirintis hingga kita nikmati menjadi kebanggan tersendiri mengucapkan selamat ulang tahun ke-73. Bahkan jujur itu usia Antara News  seusia dengan usia ayahku yang saat kutulis artikel ini sedang tidur nyenyak dan menikmati hari tuanya bersama aku dan keluargaku.

JEDA

73 Tahun ANTARA, Tebarkan Kearifan Bangsa

Sabtu, 11 Desember 2010 14:32 WIB | | Dibaca 2900 kali

Ahmad Mukhlis Yusuf

Adalah Deby Hariyanti Mano, wartawati ANTARA yang bertugas di Gorontalo, yang memberitakan perjuangan seorang guru bernama Sri Utami yang harus mengikhlaskan anaknya putus sekolah di Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, sebuah desa tujuan program transmigrasi. 

Guru tangguh itu menjalani profesinya dengan cinta mesti harus berjalan kaki sepanjang enam kilometer pulang-pergi setiap hari dari rumah ke sekolah, tempatnya mengabdi.  

Reportase Deby disiarkan ANTARA bagi lebih dari 200 pelanggan media pada bulan Juni 2010. Tulisan Deby itu selanjutnya disiarkan pada portal antaranews.com esoknya.  Hingga tulisan ini dibuat, hasil reportase Deby telah diklik sebanyak 3.721 kali oleh para pembaca.

Selanjutnya, tulisan Deby telah menyentuh hati salah seorang pembaca Harian Kompas yang dikutip dari ANTARA. Pembaca itu bernama Hadi Satyagraha, PhD (64 tahun), seorang humanis. Setelah membaca tulisan tersebut, Hadi menelpon penulis untuk meminta disambungkan dengan Sri Utami melalui akses Deby kepada narasumbernya.

Selanjutnya, dapat dibayangkan efek berantai dari sebuah “energi positif” yang ditebarkan Deby. Putra Sri Sumiati yang sempat tak mampu melanjutkan sekolahnya karena keterbatasan biaya, kini melanjutkan pendidikannya di SMA, meski harus kost di daerah yang jauh dari tempat tinggal sang Ibu. 

Sri meyakini pendidikan adalah cara paling bertanggung jawab untuk mengubah kehidupan. Keyakinan Sri bertemu dengan solidaritas Hadi.

Menurut Hadi kepada penulis, ia telah mengontak salah seorang koleganya, pemilik sebuah Perguruan Tinggi swasta di Surabaya. Bila putra Sri Sumiati bernilai baik di SMA dan berminat melanjutkan sekolah, perguruan tinggi itu siap memberikan beasiswa bagi putra Sri Sumiati hingga sarjana. 

Kisah-kisah seperti ini, dan kisah-kisah nyata lainnya banyak disiarkan para wartawan ANTARA melalui teknologi satelit kepada para pelanggan media setiap saat, 24 jam sehari. 

Penyebaran berita ANTARA kepada media dilakukan untuk melayani surat kabar, televisi, radio, portal berita, yahoo Indonesia dan puluhan kantor berita asing yang bermitra.  

Kami terus meminta semua pelanggan dan pengguna konten ANTARA agar selalu menyebutkan sumbernya, meski sebagian dari pelanggan masih enggan atas nama pencitraan media masing-masing. Bahkan, sebagian tak ingin dipersepsikan tak memiliki wartawan.

Melalui jaringan kantor berita Asia Pasifik, oananews.org, para mitra dan warga dunia dapat mengakses perkembangan informasi terkini yang disiarkan 43 kantor berita anggota Organization of Asia-Pacific News Agencies (OANA), termasuk ANTARA. 

Tanggal 25 November lalu, ANTARA baru menyerahkan kepemimpinan OANA kepada Anadolu, Kantor Berita Turki.

“Kompas akan selalu menjadi pelanggan setia ANTARA. Berlangganan ANTARA ditujukan untuk kepentingan referensi, perbandingan, pemetaan isu pemberitaan dan sebagian saja untuk kutipan karena Kompas punya diferensiasi atau ciri khas sebagai media” demikian Jacob Oetama berujar saat kami mengunjunginya pada Oktober 2010. 

Dalam perbincangan itu, beliau menyatakan setiap media harus memiliki diferensiasi atau sudut pandang di hadapan pelanggannya. “Kami memilih sudut pandang kemanusiaan” ujarnya. 

Selain melayani para pelanggan media sebagai pasar utama, konten ANTARA juga mulai lebih banyak hadir langsung untuk melayani publik dengan diversifikasi produk melalui antaranews.com, antarafoto.com, I-Media, teknologi terbaru melalui SMS, aplikasi telepon genggam, dan teknologi berbasis internet lainnya. 

Dalam waktu dekat, kami sedang menyiapkan diri agar dapat mengisi konten IPad, melayani konten televisi berbayar secara kontinyu, dan  menggunakan platform IPTV agar memiliki layar siaran, selain kerja sama dengan jaringan televisi daerah yang selama ini dilakukan. Peluncuran produk yang menyasar publik ini disertai riset pasar agar dapat dipertanggungjawabkan di hadapan mitra bisnis, agar layak secara teknis dan ekonomis.

Kemitraan dengan Lintasarta, Telkomvision dan jaringan pemilik infrastruktur dan lembaga penyiaran lainnya terutama RRI dan TVRI dilakukan agar kehadiran ANTARA langsung dapat dirasakan publik.  

Siaran melalui QTV, Sun TV, Telkomvision dan JPNN yang dimulai dengan QTV pada tahun 2006 menunjukkan bila kehadiran konten video ANTARA disambut pemirsa. Fakta ini dikomunikasikan kepada para calon pemasang iklan. 

Dari riset kualitatif melalui metode focused-group discussion (FGD) pada Agutus 2010 menunjukkan bila para penyelenggara siaran juga membutuhkan sumber konten yang lebih kredibel. 

Hasil riset sebelumnya menunjukkan bila para pemirsa dan pengunjung portal membutuhkan tayangan dan konten alternatif di tengah persaingan ketat para penyelenggaran siaran dan pemilik portal berita saat ini. Diferensiasi “kredibilitas berita” yang diusung ANTARA nampaknya direspon positif oleh pasar. 

Sebagai kantor berita nasional, melayani para pelanggan media adalah jangkar bisnis utama. Untuk memperkuat dapur redaksi dan unit penunjangnya, sejak tahun 2008 hingga kini, ANTARA terus menjalankan penguatan sistem mutu berbasis ISO 9001 sebagai proses perbaikan terus-menerus (continuous improvement), agar menghasilkan kecepatan, akurasi dan keluaran produk konten yang diharapkan memenuhi harapan pelanggan. 

Berbagai sistem korporat dan budaya kerja sedang diperkuat, model bisnis terus dibenahi agar dapat melayani kewajiban kepada Negara sebagai pemegang saham, pelanggan dan pada akhirnya agar dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan. 

Kami terus meyakini, karyawan yang bahagia dan sejahtera akan memacu produktivitas dan memperkuat martabat sebuah kantor berita. Ini proses panjang, di tengah keterbatasan anggaran lantaran Negara belum memberikan Modal Awal bagi sebuah Perusahaan Umum (Perum) yang dibentuknya pada tanggal 17 Juli 2010 melalui PP 40/2007. Namun, kami tak hendak mengeluh, dengan terus berbenah.

Untuk turut membangun masyarakat yang lebih bijak, sejak tahun 2008 ANTARA bermitra dengan Kementerian Infokom dan DPR, untuk menghasilkan sebagian konten yang ditujukan untuk memenuhi kewajiban pelayanan publik (public service obligation). 

Kemitraan tersebut dilakukan melalui pemberitaan tema-tema tertentu yang memenuhi kaidah jurnalistik; kegiatan proses demokrasi, pemanasan global, pembangunan karakter bangsa, pencapaian sasaran MDGs, dan promosi Negara di luar negeri.

Selain melaporkan berbagai peristiwa nasional, daerah, dan internasional, para wartawan ANTARA juga dapat menebarkan inspirasi melalui berbagai karya jurnalistik dalam bentuk berita tertulis, karya foto dan video jurnalistik. 

Konten yang dibuat ditujukan untuk membangun karakter yang tangguh seperti kisah Sri Sumiati itu, penyajian sosok, spektrum dan pumpunan tentang keteladanan, human interest, ketangguhan manusia pasca-bencana dan berbagai konten untuk menebarkan kearifan bangsa lainnya. 

Pada HUT ANTARA ke-73 tahun ini, 13 Desember 2010, kami  meluncurkan buku yang berisi 50 Kisah Inspiratif yang berasal daru tulisan Sosok, Spektrum dan Pumpunan karya para wartawan dan penulis berbakat yang telah disiarkan ANTARA pada periode tahun 1990-2010, selain juga dilakukan penerbitan buku foto Kilas Balik 2009-1010 yang menggambarkan gambar nyata tentang berbagai peristiwa penting di Tanah Air. 

Kehandalan para pewarta foto ANTARA diakui oleh banyak kalangan. Tiga fotografer ANTARA; Yudhi Mahatma, Fanny Oktavianus dan Prasetyo Utomo dinyatakan sebagai pewarta foto terbaik pada Adiwarta Award tahun 2010. 

Buku karya foto jurnalistik ini diharapkan dapat diterbitkan setiap tahun dan dipamerkan mulai 17 Desember 2010 selama sebulan di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA), sebuah gedung bersejarah, tempat pertama kali teks Proklamasi disiarkan ke seluruh dunia oleh pendiri ANTARA, Adam Malik dkk, pada tanggal 17 Agustus 1945.

Buku Kisah Inspiratif itu juga diharapkan dapat diterbitkan setiap tahun, sebagai bukti atas komitmen para wartawan terhadap kemanusiaan dan ikhtiar terus-menerus untuk memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

NKRI bukanlah rumah tanpa jiwa. Ia adalah bagi kumpulan anak-anak bangsa yang tak ingin menyerah pada predikat yang disematkan segelintir kalangan yang pesimis dan menyendera masa depan negerinya. Anak-anak bangsa ini terus berkarya dan perbuatan terbaik. Meski kadang mereka luput dari perhatian Negara dan media massa.  

Bayangkan, bila kita semua melakukan tindakan dan perbuatan terbaik dalam hidup sebagaimana kisah Sri Utami, solidaritas Hadi Satyagraha dan kisah manusia terpuji lain yang dituliskan para wartawan ANTARA pada buku itu. 

Bayangkan, bagaimana masa depan negeri ini pada 5, 10 atau 20 tahun ke depan? Bukanlah sebuah negeri besar selalu dibangun oleh perbuatan kolektif warganya secara terus-menerus? 

Dari Pameran Foto tentang 92 Pulau Terluar yang menjadi garda depan Nusantara pada tanggal 17 Agustus – 16 September 2010 yang diselenggarakan ANTARA dengan Rumah Nusantara dan Wanadri di GFJA Pasar Baru, telah menunjukkan bukti nyata kekayaan alam dan budaya negeri ini. Tragisnya sebagian besar dari kita bahkan belum mengenalnya. 

Saya meyakini, akumulasi energi positif para pelaku 50 Kisah Inspiratif  itu akan menjadi bagian dari pembangunan karakter generasi saat ini dan esok.  Generasi esok terdiri atas anak-anak negeri ini dan pembelajar kehidupan yang memilih melihat harapan ketimbang sebaliknya.  

Generasi masa depan  sejatinya ditentukan oleh mereka yang terus berbuat nyata, tak berhenti pada kata-kata. Meminjam petuah seorang bijak, mereka adalah para manusia bermental positif yang lebih memilih “menyalakan lilin, ketimbang terus mengutuk kegelapan”. 

Sejarah sering menghadirkan fakta, para manusia besar umumnya lahir lantaran lebih sering ditempa berbagai masalah atau ujian besar yang telah menguatkan jiwanya. 

Mereka tak mudah menyerah, bahkan terus mengatasi semua ujian dan masalahnya. Bila mereka memilih bebas dan merdeka untuk melakukan tindakan dan perbuatan yang terbaik pada hidupnya, mengapa kita tidak?. 

Para wartawan ANTARA adalah bagian dari rakyat yang juga menyintai negeri ini. Mereka mewartakan berbagai kejadian yang dapat menjadi inspirasi atau sebaliknya.  Berita atau konten adalah mata pisau yang bisa diarahkan tergantung pemegangnya. 

Pemberitaan kondisi Gunung Merapi yang disertai prediksi paranormal pada sebuah stasiun televisi, adalah contoh ketika wartawan tak bijak mengarahkan pendulumnya.  Mewartakan setiap fakta keburukan pun tanpa melakukan pengecekan melalui narasumber yang bertanggung jawab juga dapat menyesatkan dan mengkhianati suara hati penulisnya.

Sejarah negeri ini mencatat, para wartawan ANTARA pun telah turut membangun negeri ini sejak berdiri pada tanggal 13 Desember 1937.  Mungkinkah tak kebetulan bila pada tanggal tersebut juga bertepatan dengan Hari Nusantara, yang diambil dari tanggal Deklarasi Juanda. 

Deklarasi itu telah memperkuat laut sebagai penghubung NKRI bukan sebaliknya. Dengan kata lain, wartawan ANTARA turut menentukan masa depan martabat Nusantara di hadapan anak-anak bangsa dan warga dunia lainnya.

Bila negeri ini terhormat, tentu saja tak lepas atas sumbangan goresan tulisan, bidikan foto dan kamera video para wartawan yang terus bekerja penuh cinta. Ketika menulis dan mengambil gambar dan menyiarkannya, para wartawan sedang membangun sebuah rumah besar yang lebih kuat dan memperkuat jiwa para penghuninya.  

Mereka sedang membangun jiwa-jiwa para pembaca, pemirsa dan pendengarnya; proses kreasi energi positif yang dapat menciptakan efek berantai, sebagaimana kisah nyata Sri Sumiati itu.

Namun bila negeri ini masih dirasakan terpuruk, para Penyelenggara Negara dan warganya masih sering alpa, hingga kini kita terus diingatkan oleh Sang Maha Kuasa dengan beragam bencana, mungkinkah para wartawan turut serta pula? Suara hati para wartawan lah yang dapat menjawabnya.

Bila demikian, semua terletak pada suara hati dan pilihan kita semua bukan? Menjadikan apapun profesi kita sebagai pendulum dalam mewujudkan hidup dan masyarakat yang bijak dan mulia, atau justru sebaliknya, kita sedang melakukan destruksi sosial. Tentu, kita tak sedang menyiapkan kuburan peradaban Nusantara ini, bukan? 

Saya terus bersyukur dapat menemani para wartawan ANTARA sejak 10 Oktober 2007 hingga kini. Kurang dari dua tahun lagi, tugas ini akan selesai.  Impiannya saya adalah, para wartawan ANTARA terus memilih untuk berbuat mulia, menulis kebenaran dan menguraikan kisah-kisah inspiratif untuk menebarkan harapan, ketimbang mewartakan berita tanpa rasa dan mengabaikan nilai-nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, kepedulian, dan nilai-nilai universal lainnya. 

Berita atas fakta keburukkan bila dilandasi dengan cinta profesi dan kasih sayang terhadap para pembaca atau pemirsa akan mendorong suara hati untuk berusaha mencari narasumber yang dapat memberikan penjelasan yang lebih utuh, ketimbang menyajikan fakta “telanjang” semata, lantaran hal itu cenderung mengandung bias sudut pandang.

Mengutip salah satu baik sajak Rendra (alm) yang bertajuk Sajak Seorang Tua: “Tugas kehidupan yang sedang kita jalani ini bukan semata-mata demi sorga atau neraka, melainkan demi kehormatan kita sebagai seorang manusia”. Maka, kehidupan seperti apa yang sedang kita perjuangkan kini? Padahal kita sedang dititipi kehidupan oleh Sang Pencipta. Kehidupan yang hanya untuk sekali ini saja.  

Dirgahayu ANTARA !!

Mungkin setelah ini, saya akan selesai menulis tulisan ini, saya mau mencoba menengok sebentar ayah yang sedang tertidur pulas. Ternyata ayah seusia dengan media Antara.

*) Penulis adalah Pembelajar Kepemimpinan. Pemilik account twitter: @mukhlisyusuf

 

 

Posted in: berita 4