Akibat ada komentar tendensius, Toure dan Adebayor ribut dan berkelahi

Posted on January 15, 2011

0


Diakui atau tidak, target dan tuntutan team yang tinggi menimbulkan stres luar biasa dan terkadang bisa muncul konflik-konflik yang muncul tidak terduga, sekalipun dengan komentar biasa bisa dianggap serius.

City Panas, Adebayor-Toure Baku Hantam
Rabu, 05 Januari 2011 | 22:49 WIB
AFP
Pemain Manchester City, Kolo Toure dan Emmanuel Adebayor, terlibat perkelahian.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Suasana panas ditengarai terjadi di tubuh Manchester City. Akibatnya, konflik muncul secara bertubi-tubi dan terakhir Emmanuel Adebayor berkelahi dengan Kolo Toure dalam latihan.

Menurut SunSport, peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/1/2011). Pemicunya, Tore pernah berkomentar agar para pemain kembali berkonsentrasi pada pekerjaan daripada hal lain sebelum tur ke Fulham, November 2010. Adebayor merasa komentar itu ditujukan kepadanya. Sejak itu, hubungan keduanya kurang baik.

Puncaknya terjadi pada latihan Selasa itu. Adebayor melanggar Toure dari belakang. Sontak, Toure marah dan keduanya kemudian terlibat baku hantam.

Empat rekannya terpaksa menarik Adebayor, sedangkan James Milner menarik Toure untuk menghentikan perkelahian. Bahkan, Manajer Roberto Mancini juga memisah mereka, tetapi tidak digubris.

Toure membantah terjadi perselisihan sengit dengan Adebayor hingga memengaruhi atmosfer klub. “Biasa, itu hanya saling umpat karena terjadi tekel keras. Kami berdua kehilangan kontrol emosi, tapi kemudian santai lagi. Pemain lain dan manajer datang untuk memisah kami,” kata Toure.

“Semua sudah terlupakan. Dengan Adebayor, ini bukan pertama dan rasanya bukan yang terakhir. Di Arsenal, kami sering melakukan hal itu juga. Mungkin kami saling mengenal dengan baik. Ini juga membuktikan bahwa kami punya energi untuk membakar. Ini bukan senegatif yang dikira orang,” katanya.

Insiden ini semakin membuat publik yakin bahwa suasana di Manchester City memang panas. Sebelumnya, perkelahian juga terjadi antara Mario Balotelli dan Jerome Boateng. Bahkan, Carlos Tevez sempat terlibat konflik dengan Roberto Mancini.

 

Seorang teman berkata: “Waktu memang tak terbatas – tapi waktu kita terbatas

Posted in: sepakbola 3