Tidak satupun pemain naturalisasi yang diundang memenuhi syarat, bahkan termasuk yang terakhir,Vincent

Posted on January 15, 2011

0


Dari pemain-pemain naturalisasi yang diundang untuk timnas, ternyata tak satupun yang bisa lolos seleksi. termasuk yang terakhir, Vincent Partosubroto. Apalagi kalau mengingat bahwa adaptasi terhadap alam di sini sangat berbeda dengan kondisi alam di negara asalnya.

SELEKSI TIMNAS U-23
Riedl Coret Vincent
Sabtu, 15 Januari 2011 | 11:59 WIB

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.

JAKARTA, KOMPAS.com- Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl memutuskan untuk mencoret pemain keturunan Indonesia-Belanda, Vincent Partosoebroto, dari seleksi timnas U-23.

“Vincent out. Dia kurang fit sehingga kurang bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.” kata Riedl seusai memimpin seleksi ketiga di Lapangan C, Sabtu (15/1/2011) pagi tadi.

Gelandang SV Hoofddrof tersebut menjadi salah satu pemain keturunan yang diundang Badan Tim Nasional (BTN) untuk mengikuti seleksi timnas U-23. Vincent sudah mengikuti seleksi pada hari terakhir seleksi tahap kedua, Kamis (13/1/2011) lalu. Namun, Vincent tidak kunjung menunjukkan penampilan terbaiknya meskipun sudah diberi kesempatan mengikuti seleksi terakhir yang digelar sejak hari ini.

Pencoretan Vincent membuat belum ada satu pun dari lima pemain keturunan yang diundang lolos seleksi. Sebelumnya, pada seleksi pertama yang digelar 7 hingga 9 Januari, Riedl telah mencoret tiga pemain naturalisasi yakni Andrea Bitar, James Zaidan Saragih, dan Arthur Irawan. Sedangkan salah satu pemain keturunan lainnya,Ruben Wuarbanaran, yang tengah cedera masih ditunggu oleh Riedl.

Kesempatan Ruben membela timnas U-23 terbuka, karena Riedl terkesan dengan penampilannya.

 

Melihat apa yang terlihat di sini, rekrutmen ini memang butuh  pemain kuat. Namun yang lebih penting, bahwa rata-rata pemain naturalisasi itu baru pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia sehingga baik secara mental dan fisik belum siap seratus persen.
Kita tentu ingat bagaimana Irfan Bachdim bisa bermain bagus di timnas, tak lain Irfan perlu bermain di kompetisi penting di Indonesia.  Semua itu sangat berpengaruh terhadap adaptasinya di Indonesia.  Karena memang dulu juga kita lihat Irfan demikian pula, mengikuti berbagai seleksi namun tak satupun klub liga yang merekrutnya, sampai akhirnya justeru klub persema yang bisa melihat potensinya ke depan.
Jadi kesimpulan saya jelas, pemain naturalisasi perlu adaptasi cukup lama agar bisa menampilkan permainan sempurnanya.
Karena itu, saya sarankan agar para pemain naturalisasi itu perlu beradaptasi di liga-liga Indonesia dulu. Jika sudah bermain bagus di liga, saya rasa untuk masuk timnas tidak begitu sulit seperti Irfan.
Posted in: sepakbola 3