Warna pink mempertemukannya dengan anaknya yang hilang

Posted on January 18, 2011

1


Saya bertutur di sini berkenaan dengan seberapa besar cintanya seorang ayah pada anaknya. suatu hari temen datang ke rumahku dan kebetulan montornya mogok dan terpaksa saya tarik sampai ke rumahnya dan di bengkel, saya lihat ada surat kabar dan mulai saya baca. Kisahnya sih tentang Sriyono, pengusaha siamoy, namun memiliki ciri khas sepedanya berwarna pink. Memang cukup unik karena warna pink biasanya lebih disukai wanita. Namun mungkin dia paham bahwa warna pink itu mungkin warna kesukaan anaknya.

Dulunya dia pengusaha sukses siomay sukses hingga miliuner namun karena berbagai persoalan akhirnya kembali jatuh dan bahkan mesti berpisah dengan anak dan isterinya. Akhirnya, bercerai dan anak dan isterinya hilang entah kemana.Saat dalam kesendirian itu, kerinduannya pada anaknya diwujudkan dengan warna pink. Mungkin saya rasa karena anaknya perempuan menyukai warna pink sehingga berharap dengan sepeda dagangannya berwarna pink menyolok suatu saat anaknya akan melihatnya sehingga bisa bertemu dengannya. Bukan karena nyentrik atau apapun, namun lebih karena untuk mencari perhatian atau menarik perhatian sepanjang naik sepeda berkeliling menjajakan sepeda dagangannya, namun lebih karena  berharap bertemu dengan anaknya di tengah jalan.Hingga akhirnya, doanya didengar Allah SWT, doanya terkabul, dagangannya laris dan bahkan karena penampilan warnanya pink yang nyentrik itu, membuatnya dikenal dimana-mana, hingga akhirnya salah satu stasiun televisi mempertemukannya dengan sang anak dan kisah mengharukan itu berakhir dengan bahagia.Apapun, yang terjadi, yang terpenting bagiku, pesan moralnya sungguh atau cukup menyentuh perasaan. Besarnya kecintaan ayah atau orang tua kepada anaknya.Jadi, ini juga sebagai pesan bagi pasangan yang sedang dilanda perselisihan agar menyadari bahwa orang tua bisa saja berpisah tapi jangan pisahkan antara ayah atau ibunya dari anaknya. Juga sebagai pesan bagi anak, agar saat orang tua sering membuatnya jengkel karena terlalu banyak aturan, mestinya berfikir bahwa itulah wujud atau bentuk kecintaan pada anak. Karena terkadang si anak mulai pergi dan tidak ingin bertemu dengan orang tuanya, sama saja menyiksa batin mereka karena adanya kerinduan orang tua yang tidak tersampaikan. Karena itu, bagi yang mungkin sudah mapan atau bekerja sukses, ingat jangan lupa untuk menyempatkan diri menengok orang tuanya atau paling tidak menelpon menanyakan kabar meski berjauhan, paling tidak untuk mengobati rasa rindu mereka.

Mudah-mudahan kita sebagai anak menyadari betapa besar cinta orang tua kepada kita.