Lho..kupikir Gayus udah dihukum, ternyata baru sekarang dihukum yach, 7 tahun lagi vonisnya

Posted on January 20, 2011

0


Gini ini kalau sok tau aku? kirain dulu-dulu udah diputus hukuman alias divonis..hehe..ngga taunya baru sekarang ini. Ternyata dulu-dulunya masih proses dan masih perlu meringkuk di penjara selama menjalani proses pengadilan dan baru sekarang ketahuan vonisnya.

Vonis 7 Tahun Penjara untuk Gayus

Rabu, 19 Januari 2011 | 15:15 WIB

 

TEMPO InteraktifJakarta – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis terdakwa kasus mafia hukum Gayus Halomoan Tambunan tujuh tahun penjara. Gayus juga dihukum denda Rp 300 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan empat dakwaan jaksa terbukti dilakukan Gayus. “Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 300 juta diganti pidana kurungan selama tiga bulan apabila tidak dibayarkan,” kata Ketua Majelis Hakim Albertina Ho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/1).

Vonis hakim itu jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum. Sebelumnya, jaksa menuntut Gayus 20 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan penjara.

Menurut majelis, hal yang memberatkan adalah tindakan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selain itu, sebagai pegawai negeri sipil Direktorat Jenderal Pajak, Gayus menghambat pemasukan pajak yang diperlukan untuk pembangunan nasional.

Adapun hal yang meringankan, Gayus masih berusia muda, belum pernah dihukum sebelumnya, dan memiliki tiga orang anak yang masih kecil.

Majelis hakim menilai Gayus terbukti menyalahgunakan wewenang sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dalam penanganan pajak PT Surya Alam Tunggal, sesuai dakwaan ke satu subsider. Akibat perbuatan Gayus yang melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tersebut, negara dirugikan Rp 570 juta.

Adapun dakwaan ke satu primer yang menjerat Gayus dengan tuduhan korupsi, atau memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, dinyatakan hakim tidak terbukti. Dengan demikian, pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP batal dikenakan pada Gayus.

Gayus juga dinyatakan hakim terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sesuai dakwaan kedua primer, karena memberi atau menjanjikan sesuatu kepada PNS, dalam hal ini penyidik Polri. Tindakan itu dilakukan Gayus agar tidak ditahan, rumahnya tidak disita, dan rekeningnya tidak diblokir.

Dakwaan ketiga yang menjerat Gayus yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor karena menjanjikan uang US$ 40 ribu kepada Hakim Muhtadi Asnun, juga dinyatakan hakim terbukti. Uang itu rencananya diberikan agar Asnun dan hakim Pengadilan Negeri  Tangerang lain memvonis bebas Gayus.  Terlepas uang itu diberikan atau tidak, tapi Gayus dinilai sudah pernah menjanjikan uang itu.

Hakim juga menganggap Gayus telah dengan sengaja memberi keterangan yang tidak benar untuk kepentingan penyidikan, sesuai dakwaan keempat. Ia terbukti melanggar pasal 22 jo pasal 28 UU Tipikor, karena bersekongkol dengan Andi Kosasih dalam pembuatan surat perjanjian bisnis palsu demi kepentingan pembukaan blokir rekeningnya Rp 28 miliar. “Terlepas dari benar-tidaknya uang diperoleh dengan cara itu (bisnis dengan Andi Kosasih), terdakwa tidak memberikan keterangan yang sebenarnya mengenai asal uangnya,” kata Albertina.

Usai sidang, Gayus didampingi pengacaranya, Adnan Buyung Nasution, menyampaikan unek-uneknya. “Saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada majelis hakim yang dipimpin Albertina Ho,” ujar Gayus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gayus menilai hakim dalam mempertimbangkan putusan tidak hanya berdasarkan fakta persidangan. Termasuk hal memberatkan dan meringankan. Eks Pegawai Direktorat Pajak ini balik mengkritik jaksa penuntut umum yang dinilainya sangat subyektif dalam mengajukan tuntutan. “Apa yang diputuskan tidak sama apa yang dilakukan dengan Jaksa Penuntut. Jaksa menuntut secara membabi buta balas dendam,” ujarnya.

WDA | ISMA SAVITRI

 

Menurut anda gimana? hukumannya itu termasuk ringan atau berat. kalau misalnya hitung-hitung hukuman kan, maling ayam kan dapat hukuman 6 bulan penjara. katanya sih..kalau yang ringan-ringan gitu. Ayam aja harganya paling berapa yach? anggap aja 100 ribu gitu. nah, berarti hitung sendiri..uang yang dikorupsi Gayus dibagi 100 ribu. terus, gitu dech..hitung sendiri. Pas ngga? 7 tahun penjara itu, oiya..sebelum itu, perlu dikurangi dulu total uang yang dikorupsi dengan dendanya tadi sebutkan..cek ternyata 500 juta. Nah, baru sekarang silakan hitung..hehe…ya, saya hitung-hitungnya secara awam aja.  Mungkin anda punya pandangan lain atau hitungan lain.

Terserah anda menilainya.

 

Posted in: berita 4