Kebiasaan Berlusconi, pemilik AC Milan sekaligus perdana menteri Italia, tidur dengan wanita cantik terungkap lagi, kali ini dengan model cantik

Posted on January 22, 2011

0


Kita ingat dulu Berlusconi retaknya perkawinannya karena berbagai skandal seks dengan wanita-wanita cantik. Kedudukannya sebagai perdana menteri dan sekaligus pemilik AC Milan sulit baginya untuk bisa menutup-nutupi skandal seks karena bagi pemburu berita merupakan sumber berita yang paling menguntungkan.

Dunia
Model Cantik Akui Tidur Pemilik AC Milan
Saksi menyebutkan, Berlusconi juga berhubungan seks dengan penari striptease 18 tahun.
SABTU, 22 JANUARI 2011, 20:45 WIB

Muhammad Firman

Karima El Mahroug, penari striptease yang berhubungan seks dengan PM Italia. (telegraph.co.uk)

VIVAnews – Seorang model di Milan akhirnya mengaku bahwa ia telah tidur dengan Silvio Berlusconi, Perdana Menteri Italia dan pemilik klub sepak bola AC Milan. Meski demikian, ia membantah tindakannya itu untuk mendapatkan bayaran tunai.

Maria Ester Garcia Polanco, model berusia 25 tahun asal Republik Dominika menyebutkan, ia tidur dengan Perdana Menteri itu sebagai ungkapan rasa terimakasihnya karena Berlusconi telah membayar biaya perawatan untuk putri Polanco yang berusia 5 tahun.

Selain itu, seperti dikutip dari Telegraph, 22 Januari 2011, Polanco menyebutkan, Berlusconi juga telah membantunya mendapatkan pekerjaan di sebuah stasiun televisi. Termasuk peran dalam program bertajuk “The Hot Chick and the Dork” yang ditayangkan di sana.

“Ya, saya tidur dengannya. Tetapi tidak pernah bertujuan untuk mendapatkan uang,” kata Polanco. Model itu juga menggambarkan Berlusconi sebagai “pria yang dermawan dan baik hati”.

Selain Polanco, pengakuan lain juga diberikan oleh Nadia Macri, 28 tahun, seorang pelacur profesional.

Saat diinterogasi oleh kepolisian Milan selama 5 jam, ia menyebutkan bahwa Karima El Mahroug, atau yang populer dengan nama Ruby the Heart Stealer dibayar sebesar 5.000 euro atau sekitar Rp61,8 juta untuk berhubungan seks dengan Berlusconi.

Macri menyebutkan, ia melihat remaja 18 tahun itu menari striptease di ruang bawah tanah yang disewa khusus dan juga di sebuah pesta yang digelar di villa milik Berlusconi, 24 April tahun lalu, yang berujung menjadi pesta seks.

“Saya ada bersama Ruby di villa itu,” kata Macri pada pihak berwajib. “Saya menyaksikan adegan seks Ruby dengan perdana menteri. Saya dan Ruby masing-masing dibayar 5.000 euro olehnya,” ucapnya.

=========

Wanita Itu Ungkap ‘Kenakalan’ PM Italia
Wanita penghibur yang menjadi saksi kasus korupsi itu mengungkap ‘kenakalan’ Berlusconi.
KAMIS, 5 AGUSTUS 2010, 05:09 WIB

Pipiet Tri Noorastuti

PM Italia, Silvio Berlusconi, dan istrinya, Veronica Lario (AP Photo)

VIVAnews – Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, kembali tersandung skandal seks. Ia menjadi sorotan media setelah seorang wanita penghibur mengaku pernah berbagi tempat tidur bersamanya dan dua wanita penghibur lain.

“Saya, dua wanita dari Roma, dan Berlusconi pernah berada dalam satu tempat tidur yang sama,” kata Maria Teresa De Nicolo, 38, dalam penyidikan sebuah kasus korupsi di Italia, kepada koran Guardian.

Nicolo menjadi saksi dalam kasus korupsi yang menjerat pengusaha papan atas Italia, Gianpaolo Tarantini. Ia merupakan satu dari sejumlah wanita penghibur yang sering diundang Tarantini dalam sejumlah pesta private selama 2008-2009.

Seperti dilaporkan harian Italia La Repubblica, Nicolo mengatakan mendapat imbalan €1.000 atau sekitar Rp11,8 juta dan sejumlah perhiasan saat menghadiri pesta yang mempertemukannya dengan Berlusconi pada September 2008 silam.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Nicolo menceritakan bagaimana ia diminta Tarantini untuk terbang ke Roma demi menghadiri makan malam dengan Berlusconi. Ada sekitar 15 wanita hadir di sana. Namun, Tarantini membantah membayar Nicolo.

Berita itu muncul menjelang pertemuan Berlusconi dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron. Berita itu juga menggoyang Berlusconi yang tengah berjuang mempertahankan kekuatannya di parlemen setelah berpisah dari mantan sekutu politiknya.

==============

PM Italia: Suka Wanita Ketimbang Jadi Gay
Dianggap melecehkan, Silvio Berlusconi didemo kaum gay.
RABU, 3 NOVEMBER 2010, 12:01 WIB

Renne R.A Kawilarang

Silvio Berlusconi (AP Photo)

VIVAnews – Perdana Menteri, Silvio Berlusconi, gemar melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial. Kali ini, kalangan pria homoseks (gay) dibuat marah oleh komentar pemimpin berusia 74 tahun itu.

“Seperti biasa, saya bekerja tanpa halangan dan terkadang kalau saya melihat wajah seorang gadis cantik, memang lebih baik menyukai perempuan-perempuan cantik ketimbang menjadi gay,” kata Berlusconi saat memberi sambutan pada suatu pameran otomotif di Milan, Selasa 2 November 2010, seperti yang dikutip di laman blog milik harianThe New York Times.

Berlusconi perlu melontarkan pernyataan itu lantaran dia tampaknya sudah gerah dengan sorotan media massa dan publik atas kedekatannya dengan sejumlah perempuan muda. Bahkan, pemilik klub sepakbola AC Milan itu pernah digunjingkan menjalin hubungan dengan penjaja seks komersil sehingga istrinya tak tahan untuk cerai.

Rekaman video atas komentar Berlusconi itu dipublikasikan ke Internet oleh harian Italia,Corriere Della Sera. Tak pelak, pernyataan Berlusconi mengundang kecaman dari kalangan gay.

Dalam suatu demonstrasi di Ibukota Roma, para pemrotes memamerkan papan bertuliskan “Lebih baik jadi gay ketimbang jadi babi.” Homoseksualitas merupakan salah satu isu sensitif di Italia, negara yang menjunjung tinggi ajaran Katolik Roma.

Mayoritas warga menolak keberadaan kaum homoseks karena dianggap tidak sesuai ajaran agama, namun sebagian kalangan bersikukuh bahwa menolak keberadaan golongan yang memiliki orientasi seksual tak biasa, merupakan pelanggaran hak asasi manusia. (hs)

==================

Bebaskan Gadis, PM Italia Intervensi Polisi
Gadis berusia 17 tahun itu bernama Karima Keyek, seorang escort girl
SENIN, 1 NOVEMBER 2010, 01:04 WIB

Maryadie, Purborini

Silvio Berlusconi (AP Photo)

VIVAnews – Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dituduh mencampuri pembebasan gadis berusia 17 tahun, Karima Keyek dari penahanan polisi. Keyek ditahan pada bulan Mei atas tuduhan pencurian di Milan.

Surat kabar setempat Corrierre dela Serma, mengatakan Perdana Menteri berusia 74 tahun itu memerintahkan polisi Milan untuk membebaskan Keyek dan melepaskan dia dari berbagai tuduhan.

Berlusconi tidak menampik mengenal Keyek. Dia berulang kali mengatakan Keyek merupakan cucu dari mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak.

Keyek berencana untuk menuangkan kisahnya dengan Berlusconi melalui buku. Putri dari imigran Maroko itu mengaku bekerja sebagai escort girl atau wanita pendamping.

Dia menerima upah sebesar 1.000 Euro untuk menemani pria tanpa melakukan hubungan intim.

Keyek mengaku hanya bertemu dengan Berlusconi satu kali. “Saya hanya bisa berterimakasi kepada dia (Berlusconi) karena saya tidak berakhir di jalanan,” kata dia seperti di lansir The Telepgraph.

Veronico Lario, istri Berlusconi tahun lalu menuduh suaminya “bergaul dengan anak di bawah umur”.

Skandal ini membahayakan kredibilitas dan martabat perdana menteri milyuner itu.

Partai oposisi meminta sang Perdana Menteri untuk menjelaskan perilakunya itu. Mereka bahkan meminta Berlusconi untuk mengundurkan diri karena pertemanannya dengan gadis muda dan pemerasan yang dilakukan para gadis itu.

“Kami tidak tertarik dengan kehidupan pribadi dia. Kami tertarik dengan dia sebagai pejabat publik,” kata Ketua Partai Demokrat.

Popularitas Berlusconi saat ini berada pada posisi paling rendah dibandingkan saat pemilihan umum tahun 2008. Popularitasnya tertekan oleh tingginya angka pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang tidak baik, dan perseteruan dengan koalisi.

=========

ARNOLD CASSOLA
Seks, Berlusconi, dan Ranjang Putin
Skandal politik dan seks Silvio Berlusconi jadi cerminan sifat munafik politisi di Italia
KAMIS, 20 AGUSTUS 2009, 08:52 WIB

Arnold Cassola (blogspot.com)

VIVAnews – Skandal politik dan seks Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, tak lagi sekadar santapan tabloid namun telah menjadi berita utama di berbagai media di penjuru dunia. Cerita-cerita demikian memang tak lebih dari sekadar lucu-lucuan, namun bisa merusak Italia dan menghancurkan politik di negeri itu.

Kendati diserang berbagai skandal, “Il Silvio Nazionale” masih merupakan politisi yang paling populer dan tersukses (kendati sejumlah jajak pendapat akhir-akhir ini menunjukkan popularitas Berlusconi anjlok lebih dari 50% dan merupakan hasil terburuk pertama sejak dia kembali memangku jabatan perdana menteri pada 2008).

Salah satu alasan mengapa Berlusconi masih tetap malang melintang di tengah banyaknya batu sandungan adalah masih kuatnya pengaruh kultur di Italia. Seperti negara-negara Latin atau Mediterania yang kental dengan tradisi Katolik, bangsa Italia sejak dulu telah menerima dengan jelas hidup yang mendua.

Artinya, di satu sisi, mereka sangat terikat dengan nilai-nilai gereja dan keluarga, namun, di sisi lain – dan sering terlihat dengan jelas – mereka memiliki perempuan simpanan dan berperilaku menyimpang.

Saat ini, pimpinan politik Katolik di Italia sering menerapkan gaya hidup demikian. Pada tahun-tahun belakangan, di samping Berlusconi, sejumlah duda seperti Pemimpin Partai Katolik Pier Ferdinando Casini dan Ketua Parlemen Gianfranco Finni bisa dengan mudah melontarkan pidato yang memukau di pagi hari mengenai pentingnya keluarga yang tradisional dan kesucian pernikahan. Sorenya, mereka sempat beraudiensi dengan Paus, sebelum akhirnya bergegas menuju tempat tinggal pacar atau ibu dari anak-anak yang mereka hasilkan.

Masyarakat di Italia secara diam-diam sudah memahfumi perilaku demikian, bahkan sudah mengaku secara terbuka dalam beberapa tahun terakhir. Ini berkat Berlusconi dan jaringan media yang dia miliki. Pada dekade 1970-an, ambisi utama rata-rata keluarga kelas pekerja di Italia adalah menyekolahkan anak mereka hinggga di perguruan tinggi dan berharap anak-anak bisa menjadi dokter atau pengacara.

Sejak akhir dekade 1970-an, dan terutama sepanjanga dekade 1980 dan 1990-an, tiga stasiun televisi swasta milik Berlusconi menayangkan model sukses yang salah dan ilusif – seperti yang terlihat di opera-opera sabun Amerika seperti “Dallas.” Sejak dekade 1990-an, stasiun-stasiun televisi itu menayangkan acara seperti “Big Brother” dan beragam program reality show yang didominasi oleh para pelawak, manusia berotot, dan gadis-gadis cantik – yang dikenal sebagai “veline/velina.”

Dalam kurun waktu 30 tahun, stasiun-stasiun televisi Berlusconi berhasil menanamkan potret kesuksesan yang ilusif itu kepada masyarakat di Italia. Kini, para ibu dari keluarga kelas pekerja di Italia mengharapkan anak-anak gadis mereka menjadi “velina,” yang bisa menjadi bahan berita-berita gosip saat mereka berhasil menggoda para pria berotot yang berubah menjadi selebritas atau para pemain sepak bola yang bergaji besar. Menjadi dokter atau pengacara kini tak lagi menjadi tanda kesuksesan.

Kendati kurang berotot dan berambut minim, Berlusconi adalah perwujudan kesuksesan. Sempat menjadi penyanyi kabaret sebelum tampil menjadi salah satu pengusaha terkaya di dunia, Berlusconi pun berhasil menjadi politisi yang paling berkuasa di Italia sekaligu menjadi salah satu politisi yang penuh warna di dunia. Hingga beberapa pekan lalu, rata-rata warga Italia memandang dia sebagai model panutan, yang berhasil melewati berbagai tahapan hidup.

PM Italia, Silvio Berlusconi, dan istrinya, Veronica Lario

Silvio Berlusconi dan istrinya, Veronica Lario (AP Photo)
Kini, pandangan itu berubah. Rakyat telah menjadi kurang suka dengan Berlusconi karena kemunafikannya telah berjalan terlalu jauh. Mungkin sudah menjadi tren bagi seorang politisi Italia untuk memamerkan penampilannya yang macho. Namun, citra itu sudah sulit untuk dicerna saat si perdana menteri, di satu sisi, melancarkan kampanye memberantas pelacuran di jalanan, sementara dia sendiri tidur dengan perempuan bayaran.

Rakyat Italia pun tak lagi percaya saat Berlusconi mencalonkan perempuan-perempuan cantik – yang mungkin sudah menghabiskan waktu bersama dia di vila pribadi di Sardinia atau di Pallazo Roma – untuk menjadi kandidat anggota Parlemen Eropa beberapa waktu lalu.

Kini, tampak jelas bahwa Berlusconi tidak akan pernah terpilih menjadi Presiden Italia, posisi yang selalu dia cita-citakan. Selain itu, muncul berbagai rumor bahwa dia kini tengah diserang oleh para anggota partainya sendiri terkait dengan perilaku dia selama ini. Selain itu ada juga kabar bahwa Berlusconi akan dipaksa mundur sebagai perdana menteri di akhir tahun ini.

Rumor-rumor demikian mungkin akan jadi kenyataan. Skandal yang kini menghangat adalah rekaman pembicaraan antara seorang perempuan bayaran dengan Berlusconi di vila pribadinya di Sardinia. Pembicaraan itu konon dilakukan di atas ranjang besar pemberian Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin. Kalau muncul cerita dia bakal jatuh, bermula dari ranjang pemberian Kremlin, tentu itu bukan epilog yang pernah ada di semua stasiun televisi Berlusconi.

Arnold Cassola adalah mantan Sekretaris Jenderal European Green Party dan mantan anggota Parlemen Italia. Tulisan ini disadur dari laman Project Syndicate dengan judul “Sex, Berlusconi, and Putin’s Bed.” Artikel dalam bahasa Inggris bisa dilihat di laman Project Syndicate, http://www.project-syndicate.org

 

 

Advertisements
Posted in: ngga porno kok