Akhirnya terjawab siapa pembuat Crop Circle di Sleman Yogyakarta

Posted on January 25, 2011

0


Berita simpang siur tentang pembuat crop Circle di Berbah Sleman terjawab dan ternyata seorang mahasiswa yang sedang berlibur. Kemampuan matematika dan cukup maniak internet sehingga memudahkannya bisa mempelajari dari informasi internet sehingga gagasannya membuat crop circle terwujud. Proses dan teknik membuatnya dituturkan dengan jelas sehingga kesimpulan bahwa crop circle itu jejak UFO terbantah. Apalagi didukung oleh BAPAN  lebih mempertegas bahwa tidak ada unsur radioaktif berada di sekitar area tersebut.

Ada Mahasiswa Ngaku Bikin “Jejak UFO” Sleman
Sebuah situs studentmagz.com memuat testimoni mahasiswa di balik crop circle.
SELASA, 25 JANUARI 2011, 13:47 WIB

Elin Yunita Kristanti

Crop circle di Sleman (ANTARA/Regina Safri)

VIVAnews – Penyebab munculnya crop circle di Dusun Rojosari, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga kini belum diketahui. Sejumlah ahli yang diterjunkan pagi tadi, ke lokasi itu tidak menemukan zat radioaktif.

Pencarian terhadap zat itu penting sebab berkembang spekulasi bahwa lingkaran itu adalah  bekas pendaratan pesawat mahluk asing. Dengan tidak ditemukannya zat radioaktif itu, maka kuat diduga bahwa jejak itu bikinan manusia.

Di tengah spekulasi itu,  sebuah situs,studentmagz.com menyajikan sebuah tulisan  yang menguraikan bahwa seorang mahasiswa mengaku sebagai pembuat lingkaran itu. Artikel berjudul ‘Fakta di Balik Jejak UFO di Sleman‘.

Dalam artikel itu disebutkan pembentukan crop circle itu bukan karena kekuatan alam atau pendaratan UFO, melainkan perbuatan sejumlah mahasiswa.

“Pelaku pembuat jejak UFO ini tak lain dan tidak bukan adalah perbuatan mahasiswa   yang kebetulan sedang liburan,” demikian tertulis dalam situs studentmagz.com. Dibuat oleh enam orang. Isi tulisan itu dipercaya sejumlah orang tipuan belaka.

Berikut cukilan artikel soal pengakuan mahasiswa itu:

Seorang mahasiswa  yang kebetulan tidak balik kampung ketika liburan, dan nekat mengikuti teman-teman di kampusnya ke Sleman. Menurutnya, yang sebenarnya mengharamkan info ini diterbitkan, crop circle itu murni perbuatan ia dan teman-temannya yang lebih dari enam orang.

“Kami yang membuat jejak UFO ini adalah anak-anak Sains MTK dan Pertanian,” terang mahasiswa yang setahu saya baru tamat SMA tahun 2008 ini.

Si mahasiswa memang cukup pintar soal Matematika dan gila internet. Sayangnya, si mahasiswa tidak mau memberi tahu menggunakan alat apa mereka membuatnya. Sebenarnya masih banyak lagi isi SMS dan chat kami lewat FB yang sengaja tidak diterbitkan.

Secara logika, dapat kita ketahui mahasiswa gokil ini menggunakan pembajak sawah yang beroda, melihat dari hasil jejak crop circle yang disebut warga jejak UFO itu.

Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung matematika dengan sangat teliti.

Sebelumnya, profesor riset Lapan, Thomas Djamaluddin, yakin crop circle itu buatan manusia, bukan mahkluk asing. Meski begitu Lapan tetap mengirim tim ahli untuk meneliti ‘jejak UFO’ Sleman ini.  (umi)

Darimana mereka terinsfirasi dan dapat contoh Jejak Ufo ini.
(Sekali lagi maaf bro…) Jejak UFO ini terinpirasi oleh beberapa jejak Ufo yang telah diketahui faktanya di beberapa tempat di Jerman dan California Amerika. Bahkan
menurutnya di Jerman jejak Ufo fiktif seperti di Sleman ini sudah dibuat ketika Tv-tv di Indonesia masih didominasi oleh Tv hitam-putih, tahun 80-an!

”Jejak Ufo seperti itu sudah ada sejak lama,” katanya lewat chat. Terang saja setelah tim Studentmagz.com melakukan riset lewat internet, fakta itu benar, bahkan
beberapa pelaku pembuat jejak Ufo di Jerman malahan mem-video-kan ulang cara mereka membuat jejak Ufo tersebut dalam berbagai bentuk yang sangat indah jika dilihat
dari ketinggian.

Tapi Studentmagz.com tidak terkejut ketika mendapati jawaban alasan mereka membuat crop circle yang katanya jejak Ufo ini. Pertama, tentu saja mencoba dan mempraktekkan kemampuan Matematika terapan dan desain mereka, yang tidak disangka-sangka sebelumnya, berhasil dan bernilai seni tinggi serta diberitakan secara jor-joran di Tv swasta. Kedua, tentunya mahasiswa pintar-pintah dan cerdas ini ingin mencari sensasi.

”Daripada ikutan pusing mikiran Gayus, mending bikin heboh aja,” ujarnya dengan kode Laughing Out Loud (LOL) di desktop chatting-nya.

Mulanya admin blog ini sangat tidak percaya pada siswa kenalan lewat basket ini, sempat pula percaya bahwa jejak Ufo itu adalah fakta dan benar. Namun secara logika, seharusnya jila benar Ufo mendarat disana pastilah akan terbanam. Bayangkan saja, pesawat jet beratnya itu tidak kurang dari beberapa ton apalagi Ufo, pastilah ladang yang tanahnya sangat gembur itu langsung tenggelam. Logika bukan?

================

Batan: Tak Ada Radioaktif di ‘Jejak UFO’
Tiga kantung sampel tanah diambil untuk diukur kadar beta dan alfanya.
SELASA, 25 JANUARI 2011, 12:58 WIB

Ita Lismawati F. Malau

Crop circle di Sleman (Antara/ Regina Safri)

VIVAnews – Badan Tenaga Nuklir Nasional  mengambil tiga kantong sampel tanah dari lokasicrop circle di persawahan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Material ini akan diteliti lebih jauh dan kesimpulan sementara, tidak ada anomali, semua normal dan aman.

“Tidak ada radioaktif,” kata Kepala Bidang Keselamatan dan Kesehatan Batan M Yasid kepada wartawan di lokasi, Selasa 25 Januari 2011.

Sampel tanah itu nantinya akan dibawa ke Batan untuk diukur kadar beta dan alfanya. Sebab setiap lokasi memiliki nilai kandungan yang berbeda-beda.

Selain Batan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional hari ini juga mengirimkan tim ke Sleman Yogyakarta. Tujuannya, memeriksacrop circle, apakah itu hanya rekayasa manusia atau ada kaitannya dengan unidentified flying object (UFO).

Tim ahli yang dikirim adalah Kepala Pusat Pemanfaatan Sains LAPAN, Sri Kaloka Prabotosari dan Nizam Ahmad. “Kami ingin melihat patahan-patahan batang padi. Nanti kita lihat apakah itu buatan manusia atau bukan,” kata Sri Kaloka.

Sementara meski berkali-kali disebutkan bahwa crop circle di persawahan Berbah kemungkinan besar merupakan karya manusia, warga sampai hari ini tetap saja berduyun-duyun datang ke sana.

====================

 

Lingkaran Misterius
Ditemukan “Crop Circle” Kedua di Yogya
Penulis: Irene Sarwindaningrum | Editor: Tri Wahono
Selasa, 25 Januari 2011 | 15:59 WIB
Dibaca: 16160
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOSalah satu pola unik dalam lingkaran (crop circle) berdiameter sekitar 50 hingga 70 meter di areal persawahan di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011). Kemunculan pola tersebut menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk menyaksikannya langsung. Belum diketahui secara pasti penyebab fenomena ini.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com Warga kembali menemukan lingkaran misterius atau fenomena crop circle di Yogyakarta. Kalau yang pertama di Berbah, Sleman, kali ini crop circle ditemukan di area persawahan Piyungan, Bantul.

Lingkaran misterius tersebut ditemukan Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00. Lokasi crop circlekedua terletak di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari crop circle pertama yang ditemukan Minggu lalu.

Bentuknya hampir sama, berupa lingkaran, tetapi dengan ukuran lebih kecil, 30 meter sampai 40 meter, tidak seperti di Berbah yang sekitar 60 meter.

Posted in: misteri