Perlu alasan apa lagi, mobil mewah anggota dewan dibatalkan

Posted on January 26, 2011

0


Sebenarnya, memang kita perlu obyektif ketika setiap ada keinginan anggota dewan untuk membangun fasilitas baru, sering mendapat kritik. Permasalahan awal mungkin karena anggota dewan dianggap kurang peka ketika melihat kondisi masyarakat yang banyak belum mapan secara ekonomi maupun psikologis. Rakyat menghendaki anggota dewan punya kepekaan sosial yang tinggi sehingga apa yang mereka suarakan lewat mereka tidak sia-sia.

nilah Alasan Mobil Mewah Itu Dibatalkan
Penulis: Sabrina Asril | Editor: Hertanto Soebijoto
Selasa, 25 Januari 2011 | 15:07 WIB
Dibaca: 7101
TRIBUN BATAM/IMAN SURYANTOIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Dalam Negeri memutuskan agar usulan APBD DKI Jakarta tahun 2011 dikoreksi, termasuk soal pengadaan program yang dianggap tidak sesuai seperti alokasi mobil mewah bagi tamu DPRD DKI. Keputusan ini pun wajib hukumnya untuk ditaati para anggota dewan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Sukri Bey, mengungkapkan ada beberapa alasan mengapa alokasi dana mobil tamu DPRD DKI yang mencapai Rp 2,5 miliar tersebut dihapuskan.

Pertama, ditinjau dari aspek prosedur pengadaan, alokasi dana mobil tamu tersebut sudah salah. “Dari segi prosedur sudah tidak tepat. Karena yang boleh mengadakan kendaraan dinas operasional itu sesuai dengan SK gubernur, hanya boleh BPKD. SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lain tidak boleh,” ungkapnya.

Sementara dalam alokasi dana mobil tamu ini, pengajuan dilakukan oleh Sekretaris Dewan yang tak lain merupakan SKPD. “Jadi tidak boleh. Bolehnya hanya di BPKD,” ujar Sukri.

Kedua, ditinjau dari aspek pemanfaatan. Sukri mengaku lebih baik menhemat dengan meminjam mobil Enjoy Jakarta yang dimiliki Pemprov DKI, tidak perlu sampai harus membeli baru.

Dengan alasan-alasan tersebut, ucap Sukri, Kementerian Dalam Negeri akhirnya meminta untuk meniadakan alokasi dana tersebut. “Tidak bisa mengelak ini wajib dilaksanakan,” kata Sukri.

Terlepas dari polemik yang senantiasa muncul setiap kali saat adanya pembangunan fasilitas baru, akan terjadi seleksi anggota dewan yang memang benar-benar menyuarakan kepentingan publik ataukah sekedar menjadikan institusi tersebut untuk kepentingan pribadi. Atau mungkin yang proporsional, anggota dewan benar-benar menyuarakan suara rakyat, sebagai gantinya, rakyat akan tidak menolak memberikan fasilitas baru lengkap sekalipun.

Advertisements