Kapan mobil listrik ekonomis sehingga mengatasi pemanasan global bukan isapan jempol

Posted on January 30, 2011

0


Benar bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini kondisi cuaca sangat berubah-ubah dan cenderung ekstrim. Bahkan kondisi ini sering menimbulkan banyak bencana di berbagai negara. Jadi masuk akal kalau kemudian ada keinginan mengubah segala hal yang banyak menyumbang terjadinya pemanasan global dengan pemanfaatan energi lain.

Belakangan ini kan banyak mobil listrik diproduksi di luar negeri. tapi harganya masih mahal untuk ukuran di Indonesia, sehingga rasanya sulit diterapkan mengatasi krisis energi dan pemanasan global jika harga mobil masih tinggi sehingga tidak terjangkau. Biarpun secara operasionalnya bisa leibh murah dari mobil bensin. tapi waktu beli pertama aja sangat jauh dari jangkauan kantong, tentu akan sulit diterapkan. Nah, makanya kapan mobil listrik itu bisa murah..rah..rah..!!

Era Mobil Listrik Sudah Tiba

Selasa, 30 November 2010 11:41 WIB | Dilihat 934 Kali

Ilustrasi Mobil Listrik (grafis)

Los Angeles (ANTARA News) – Setelah macet selama hampir satu abad, kini mobil listrik siap untuk memasuki era baru. Washington Post melaporkan bahwa generasi pertama mobil listrik akan masuk ke showroom di Amerika Serikat pada bulan depan.

Setiap perusahaan besar pembuat mobil kini berencana menawarkan beberapa jenis mobil listrik atau “plug in Hybrid” dalam beberapa tahun ke depan. Kompetisi teknologi ini mengingatkan kita kembali pada zaman awal otomotif.

General Motors bulan ini akan memulai pengiriman Chevrolet Volt yang menggunakan mesin bensin untuk menghasilkan listrik jika baterainya habis.

Mobil itu akan tersedia untuk pasaran California mulai bulan Desember. Pada saat yang sama, Nissan Motor akan meluncurkan Leaf yang dihidupi hanya oleh baterai. Ford tahun depan akan mengeluarkan versi listrik sedan mini Ford Focus.

“Kendaraan listrik akhirnya menjadi kenyataan dan bukan hanya proyek Litbang saja,” ujar Mark Sogomian, rekanan di Ernst & Young.

Banyak generasi baru mobil listrik dipamerkan di Los Angeles Aouto Show, yang berlangsung hingga akhir pekan lalu. Alternatif lainnya yang dipamerkan adalah Honda FCX Clarity yang menggunakan tenaga hidrogen.

Masukan baru teknologi mobil ini datang seabad setelah eksistensi kendaraan mesin berbahan bakar bensin.

Lebih dari seabad lalu, saat awal industri otomotif, mobil menggunakan berbagai bahan bakar dan mekanisme yang aneh : mobil dengan tenaga penggerak dari per besar yang diputar, Peugeuot yang membakar sesuatu serupa dengan kapur barus, kendaraan bertenaga uap, listrik serta macam-macam produk perminyakan.

Bahan bakar fosil akhirnya memenangkan perlombaan karena bensin berisi energi dan nyaman untuk dibawa dan disimpan.

Tapi, para penemu bidang otomotif tetap penasaran untuk membuat mobil listrik, khususnya saat harga BBM melambung. Di lain pihak, kendaraan-kendaraan yang mereka ciptakan tak pernah diproduksi massal karena teknologi baterai membatasi daya jelajah kendaraan.

Kini, perbaikan dalam teknologi baterai, kepedulian akan polusi dan ketakutan akan meningkatnya harga bensin telah memberikan dorongan baru kepada kendaraan alternatif bahan bakar minyak.

Di bulan-bulan mendatang, pilihan buat pelanggan tak lagi sekedar sedan atau SUV. Mereka harus memilih jenis pemberi tenaga mobil tersebut, artinya akan timbul pertanyaan baru : apakah yang lebih murah per kilometer, bensin atau listrik ? seberapa jauh mobil bisa berkendara sekali pengisian ? berapa lagi duit yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah green car ?

“Permainan berubah, semua punya kesempatan seperti 100 tahun lalu,” Ujar Leslie Kendall, kurator dari musium otomotif Petersen di Los Angeles.

Barbara Ozda, misalnya, seorang perancang grafis dari barat Los Angeles, membuat peralihan dari bensin ke listrik. Ia membeli sebuah mobil Nissan Leaf Hitam seharga 20 ribu dolar yang dikirim bulan Januari 2011.

Harga dari pengisi baterai dan instalasi rumahannya, beserta sebuah unit catu daya portabel untuk pengisian yang lebih cepat, menguras koceknya sebesar 3.700 dolar. Tapi, berbagai program pemerintah dan insentif untuk mobil ramah lingkungan akan membuat harga yang harus dibayar hanya sekitar seribu dolar.

“Saya menunggu sejak lama sampai orang mengembangkan kendaraan listrik yang bisa digunakan orang biasa, setiap hari sebagai mobil komuter,” Ujar Ozda.

Dia sadar mengendarai mobil Leaf akan membawa banyak tantangan ketimbang kendaraan sebelumnya, Volvo C30.

“Saat keluar jalan bebas hambatan, ada banyak POM bensin. Anda tak perlu cermat menghitung rencana perjalanan karena infrasruktur mobil listrik belum eksis.”

Karena mobil itu hanya mengandalkan kekuatan baterai, Leaf memiliki sejumlah keterbatasan, misalnya jangkauannya 100 mil (bisa lebih jauh kalau tak pakai AC).

Disisi lain, Chevrolet Volt dapat melaju lebih jauh, utamanya karena mobil itu secara teknis merupakan mobil hybrid ketimbang sebuah kendaraan yang murni bertenaga listrik.

Mobil itu bisa berjalan sekitar 40 mil sekali pengisian baterai. ketika gas dipacu, empat silinder mesin bensin bekerja sebagai pembangkit dan tenaga dari dorongan tenaga listrik, yang menambah jangkauan mobil hingga sekitar 300 mil.

Volt akan dijual di kisaran 41 ribu dolar. Mobil bensin seukurannya, Chevrolet Cruze LTZ, harganya cuma 26 ribu dolar.

Nissan Leaf Hactback harganya berkisar antara 32.780 dolar. “Kembarannya” yang bermesin bensin, Versa Hactback, tak sampai 17 ribu dolar.

“Nantinya, ada saat ketika mobil listrik atau mobil alternatif bensin menjadi mainstream dan yang anda kendarai saat ini akan masuk museum,” kata mantan pembalab mobil Al unser Jr. yang kini bekerja di Zap perusahaan mobil listrik di Santa Rosa California.
(Yud/A038/ART)

 

artikel terkait=  mobil listrik

 

Advertisements
Posted in: mobil