Insiden Kick Andy dengan Dewi Motik masih berkelanjutan

Posted on January 31, 2011

0


 

JAKARTA, KOMPAS.com — Tulisan Direktur Eksekutif Djakarta Public Society Tatty Elmir di blognya tentang insiden Kick Andy dan Dewi Motik membuat Andy F Noya, host acara Kick Andy, menulis klarifikasi. Di situs http://www.kickandy.com, Andy menulis, “Tanggapan Andy F Noya atas Pengusiran Penonton di Kick Andy“.

Penjelasan Andy begitu panjang lebar. Ia menulis sebanyak 21 poin tanggapan atas tulisan Tatty Elmir. Andy, antara lain, menjelaskan, Tatty dan Dewi Motik bukan penonton yang diundang langsung oleh tim Kick Andy (KA), melainkan penonton yang diundang Elly Risman, salah satu narasumber.

Dijelaskan pula bahwa KA terdiri atas enam segmen. Konklusi atau pesan moral biasanya disampaikan di segmen lima atau enam. Segmen awal untuk mengungkap fakta. Nah, insiden “pengusiran” itu terjadi setelah segmen tiga berakhir, alias pada saat proses rekaman baru separuh jalan.

Andy menulis, “Pada saat segmen tiga berakhir, di mana saat itu narasumber yang tampil adalah remaja pria (19 tahun) yang terjerumus dalam seks bebas dan bahkan seks komersial, tiba-tiba Ibu Dewi Motik yang hadir sebagai penonton yang diundang oleh Ibu Elly Risman melakukan interupsi. Dia mengatakan dia dizolimi dengan kehadiran anak remaja tersebut sembari menegaskan dia datang ke acara KA untuk mendengarkan Ibu Elly, bukan mendengarkan pernyataan narsum tersebut. Karena Ibu Dewi Motik (yang datang terlambat) berkali-kali menyatakan dia telah dizolimi, maka saya mempersilakan Ibu Dewi untuk meninggalkan studio jika dia merasa tidak nyaman dengan narsum yang sedang saya wawancarai.”

Namun, rupanya kepergian Dewi masih ada buntutnya karena Tatty ikut tidak senang. Hal itu dituturkan Andy: “Tiba-tiba seorang penonton (Tatty Elmir) berdiri dan dengan suara lantang menyatakan hal sama dengan Ibu Dewi Motik. Dia mengatakan datang ke studio untuk mendengarkan Ibu Elly dan bukan untuk mendengarkan ‘bualan’ remaja tersebut. Kepada penonton tersebut saya menjelaskan agar dalam mengikuti rekaman malam itu sebaiknya melihatnva secara utuh, jangan sepotong-sepotong, agar bisa dipahami. Sebab, saat itu rekaman baru berjalan tiga segmen dari enam segmen. Saya melihat penonton tersebut tetap menunjukkan raut wajah tak senang. Maka, kepada penonton tersebut saya mengatakan, jika dia merasa terganggu, silakan meninggalkan studio.”

Tentang pemberian porsi kepada Elly Risman yang terlalu sedikit, Andy menjelaskan bahwa kesimpulan itu terlalu dini karena acara baru separuh jalan.

Andi menulis, “Kesimpulan yang tentu terlalu dini mengingat acara baru berjalan tiga segmen dari enam segmen yang direncanakan. Dalam rundown yang kami siapkan, Ibu Elly sudah diplot untuk berbicara di tiga segmen (2, 4, dan 6). Hal ini juga sudah diketahui dan disetujui oleh Ibu Elly. Pada saat penonton tersebut protes soal ini, Ibu Elly baru berbicara satu segmen.”

Mengenai candaannya yang dianggap tidak pantas, Andy menjelaskan bahwa hal itu dilakukannya agar narasumber merasa rileks menjawab pertanyaannya. “Saya harus mampu mencairkan suasana agar kedua remaja menjadi santai dan tidak merasa dihakimi di depan penonton,” tuturnya.

Lalu tentang topik bahasan yang disebut “hanya semata-mata mengikuti selera pasar”, Andy pun mengklarifikasi, “Perlu saya jelaskan, topik itu berangkat dari pertemuan tim KA dan Ibu Elly Risman yang datang ke Metro TV bersama sejumlah pengurus Yayasan Kita dan Buah Hati. Dalam pertemuan itu Ibu Elly menyampaikan kerisauannya atas semakin merebaknya pornografi di kalangan anak-anak dan remaja. Ibu Elly mengharapkan dukungan KA untuk memerangi pornografi di kalangan anak dan remaja. Gerakan semacam itu sangat sejalan dengan “roh” KA. Maka, dari pertemuan itu, lahir komitmen antara tim KA dan Tim Yayasan Kita dan Buah Hati untuk bersama-sama melakukan gerakan perlawanan terhadap pornografi, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.”

Di akhir tulisannya, Andy menyatakan bahwa ia dan tim KA mencoba melihat persoalan ini dari sisi positif, yakni agar mereka lebih berhati-hati di kemudian hari.

Hingga Minggu (23/1/2011) malam, kabar tentang “pengusiran” di acara Kick Andy itu masih menjadi pembicaraan hangat. Tentunya masyarakat masih menunggu seperti apa hasil akhir yang ditayangkan di acara Kick Andy yang biasa muncul di layar kaca hari Jumat pukul 21.30 itu. Siaran ulangnya biasa diputar hari Minggu pukul 14.30.

============

Kick Andy Buat Dewi Motik Angkat KakiSenin, 24 Januari 2011 | 12:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Acara talkshow Kick Andy diterpa kabar tak sedap. Andy F Noya dituding mengeksploitasi pekerja seks komersial remaja. Ketua Kongres Wanita Indonesia Dewi Motik meninggalkan acara sambil mengecam pelaksanaan rekaman. Setelah itu, Andy mengusir sejumlah wanita pemerhati anak.

Insiden itu memang terjadi saat taping (rekaman) acara Kick Andy, Rabu (19/1/2011) malam. Topiknya “Ancaman Seks Bebas di Kalangan Remaja”. Narasumber yang diundang antara lain seorang remaja perempuan pekerja seks komersial (PSK) berusia 16 tahun dan seorang remaja lelaki PSK berumur 19 tahun.

Kick Andy juga mengundang narasumber Elly Risman, pemimpin Yayasan Kita dan Buah Hati yang juga salah seorang pendiri organisasi perlindungan anak ASA Indonesia.

Seperti biasa, ada pula ratusan penonton acara dengan host Andy F Noya itu. Di antara penonton hadir pengurus ASA Indonesia Tatty Elmir dan Ketua Kongres Wanita Indonesia Dewi Motik. Dalam proses rekaman itu, terjadilah insiden atas Dewi Motik dan Tatty Elmir (yang juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif Djakarta Public Society).

Insiden itu kemudian menjadi pembicaraan hangat di dunia maya setelah Tatty menulis dalam blognya, tattyelmir.wordpress.com, yang di-posting tanggal 20 Januari 2011.

Judul besarnya cukup menyentak: “Kisah di Balik Insiden Keluarnya Dewi Motik dan Diusirnya Saya oleh Andy F Noya dalam Kick Andy di Metro TV”. Judul tersebut dilengkapi judul kecil: “Kami Tak Sudi Diperintah untuk Bertepuk Tangan atas Bencana yang Kami Tangisi”.

Dalam tulisan itu, Tatty bercerita panjang lebar tentang insiden tersebut. Ia, antara lain, menulis bahwa kedatangannya dalam rekaman acara itu adalah untuk memberi dukungan kepada Elly Risman sebagai tokoh pejuang anak dan perempuan yang menginspirasi banyak orang serta layak menjadi teladan.

Namun, Tatty merasa kecewa karena Elly ternyata hanya mendapat sedikit kesempatan untuk berbicara mengenai apa yang disebutnya “bencana kemanusiaan” yaitu seks bebas di kalangan remaja.

Sesi pertama

Tatty menceritakan, pada sesi pertama Andy Noya menghadirkan seorang gadis remaja yang sejak usia 16 tahun sudah terbiasa melakukan seks bebas dan kini menjadi PSK.

“Kawan-kawan dari berbagai organisasi wanita di samping dan belakang saya mulai berbisik-bisik dan mengungkapkan kekecewaan, kenapa Andy justru meng-eksplor masalah keterjerumusannya, bukan alert tentang bahaya seks bebas dan pornografi. Banyak ungkapan miris si gadis justru ditanggapi dengan joke oleh Andy yang memberi kesan seolah membenarkan kebiasaan buruk si gadis”, tulis Tatty.

Ia lebih kecewa lagi karena Elly Risman diperlakukan dengan kurang layak. “Ibu Elly Risman yang diundang sebagai narasumber ternyata hanya didudukkan di kursi audience, lalu ditanya singkat, tanpa mempertajam materi,” tutur Tatty.

Apalagi, kata dia, sampai selesai wawancara dengan PSK remaja perempuan tersebut, tak sekali pun Andy menanyakan soal mudarat yang diterima si anak. “Semua pertanyaan hanya memancing jawaban yang seolah-olah memberikan pesan bahwa seks bebas adalah sesuatu yang lumrah bagi remaja, dan betapa mudahnya mencari uang dengan menjual diri,” tulisnya.

Sesi dua

Meski kecewa, Tatty masih terus mengikuti acara itu. Namun, wawancara kedua Andy dengan narasumber PSK laki-laki berusia 19 tahun juga mengecewakannya. Ia mengaku benar-benar gelisah. Apalagi, setiap kali narasumber PSK itu usai mengobral cerita, penonton diminta bertepuk tangan.

Kemudian, tulis Tatty, “Saat break, Ketua Kowani Ibu Dewi Motik mengingatkan Andy bahwa sangat tak layak meminta orang bertepuk tangan untuk sesuatu yang memprihatinkan. Berulang-ulang beliau mengatakan merasa dizalimi. Saya juga meminta Andy untuk lebih memberi ruang kepada Bu Elly sebagai peringatan kepada masyarakat, terutama anak-anak, agar tidak melakukan kesalahan yang sama.”

Ternyata, hal itu berbuntut dengan insiden pengusiran. Taty menulis, “Dewi Motik meninggalkan ruangan sembari mengucapkan kata-kata kurang lebih seperti ini, ‘Maaf Andy, saya terpaksa meninggalkan ruangan ini karena saya dizalimi. Saya pikir yang jadi narasumber Ibu Elly, tapi ternyata Anda memaksa kami untuk bertepuk tangan di tengah cerita yang menyedihkan dari anak-anak PSK ini.’”

Menurut Taty, Andy Noya dengan wajah tegang mempersilakan Dewi Motik yang memang sudah melangkah pergi untuk meninggalkan ruangan. Saat itu sutradara mengingatkan, “Lihatlah acara ini dengan utuh.”

Tatty sendiri masih bertahan. Ia berharap, acara akan berlangsung sesuai yang ia pikirkan. Namun, ia justru diminta pergi. “Tak dinyana tak diduga, eh Andy dengan kasar justru berulang-ulang bilang ‘Ibu juga. Ibu harus pergi dari sini, kan Ibu sudah tak tahan kan. Ibu harus pergi. Ibu harus pergi!” tulis Tatty.

Di akhir tulisannya. Tatty menyayangkan acara yang dipandu Andy F Noya yang selama ini dikaguminya ternyata juga “mengikuti selera rendah pasar”.

 

Posted in: apa ya