pendapatku ngga jauh beda nama eli cohen itu PASTI nama samaran saat ada surat kaleng tentang praktik jual-beli saat laga timnas Indonesia vs malaysia di final piala AFF 2010 yang dilakukan pejabat teras PSSI

Posted on February 3, 2011

0


Ketika saya lihat berita di TV, kok ada nama Eli Cohen, padahal itu nama ngga asing buatku. Aku teringat nama itu dulu lama sekali waktu kuliah dua puluh tahun silam  saat baca tentang agen spionase Mossad yang sukses mesti tragis digantung. Jadi, tidak heran kalau waktu nonton TV Hollywood, ada nama Cohen di belakangnya. pasti nama seorang Yahudi.  Dan betul ternyata nama itu nama samaran.

Eli Cohen” Adalah Nama Agen Mossad

Liputan 6
Eli Cohen

Liputan6.com, Jakarta: Surat kaleng yang dialamatkan kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono serta tembusan kepada Menteri Pemudan dan Olah Raga, Ketua KPK, Ketua DPR, serta Ketua KONI mulai beredar luas di dunia maya.

Dalam surat ini, sang pengirim menyebutkan sejumlah dugaan adanya praktik jual beli laga Timnas Indonesia vs Malaysia di final Piala AFF 2010 yang dilakukan pejabat teras PSSI kepada bandar judi kelas kakap di Malaysia.

Tidak hanya menuding oknum PSSI tega membuat Tim Merah Putih kalah telak dari Malaysia 3-0, surat yang dikirimkan seseorang bernama Eli Cohen tersebut juga menuding sejumlah nama pejabat teras PSSI yang mendapatkan keuntungan besar atas kekalahan Indonesia tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com – Surat elektronik yang dikirimkan Eli Cohen cukup mengejutkan publik. Sekretaris Umum PSSI, Nugraha Besoes, menyebutnya tudingan yang kejam. Bagaimana surat itu? Inilah surat tersebut.

From: eli cohen

Date: Sun, 30 Jan 2011 14:36:16 +0700

To: <sby@presiden.go.id>; <redaksi@bolanews.com>; <topskor@cbn.net.id>

Subject: Mohon Penyelidikan Skandal Suap saat Piala AFF di Malaysia

Kepada Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia

Di Jakarta

Dengan Hormat, Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.

Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) . Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.

Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX (ia menulis inisial dua nama, Red).

Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.

Informasi dari kawan saya, saat dikamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.

Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih XX kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.

Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.

Semoga Tuhan memberkati Negara ini.

Hormat Kami, Eli Cohen Pegawai Pajak

Tembusan 1. Menteri Olah Raga 2. Ketua KPK 3. Ketua DPR 4. Ketua KONI

 

Siapakah Eli Cohen sebetulnya Di dalam surat ini, ia mengaku sebagai pegawai pajak di lingkungan Kementerian Keuangan RI. Namun bisa dipastikan bahwa nama ini adalah nama samaran. Seperti diketahui, Eli Cohen adalah nama salah seorang agen rahasia terbaik Israel, Mossad yang lahir di Mesir, 26 Desember 1924.

Cohen dikenal karena pekerjaan mata-mata yang ia lakukan di Suriah untuk Israel. Dalam penyamarannya, ia berhasil menginfiltrasi lingkungan polilik dan militer Suriah dan berhasil menduduki jabatan penasehat kepala bagi Kementrian Pertahanan di negara Arab ini. Tindak-tanduknya diketahui dan ia pun ditangkap pihak berwajib Suriah. Ia dihukum gantung pada 1965.

Eli Cohen in Newspaper

Meski begitu, kawat-kawat intelejen yang ia kumpulkan diklaim sebagai salah satu faktor penting kesuksesan Israel memenangkan “Perang Enam Hari.” Ia dianggap sebagai salah satu mata-mata paling sukses setelah Perang Dunia II dan namanya masuk dalam Museum mata-mata internasional di Washington DC, Amerika Serikat.(Wikipedia/CHR/YUS)

==============

Tidak jauh beda di Indonesia, tapi kali ini justeru ratusan tahun silam saat muncul konflik saat perjalanan kerajaan Mataram hingga sampai sekarang masih berdiri keraton kota Jogja.

Pembanyu: Tragedi Spionase Cinta Segitiga


Dua Hutan (sumber lihat ref.)

Pembanyu yang artinya pemberi air itulah wanita yang menjadi pusat cerita ini. Wanita luar biasa yang kisah kecerdikan spionasenya mengalahkan semua kisah wanita agen rahasia yang pernah ada. Seluruh tubuhnya adalah senjatanya. Cinta adalah senjatanya yang paling mematikan. Cintanya yang terpecah belah pada dua kekasih, ayahanda, dan negara itulah yang akhirnya perlahan membunuhnya.

Kisah spionase pembayun versi Jawa itu menggambarkan satu moment sejarah yang telah menjadi legenda kisah turun-temurun banyak diceritakan oleh kawula Mataram sejak dulu; yaitu kisah tragis berjodohnya Putri Pembayun dengan Ki Ageng Mangir Wanabaya. ..Saat itu Panembahan Senapati merintis kerajaan Mataram berpusat di wilayah bekas hutan Mentaok, tanah pemberian Sultan Hadiwijaya di Pajang (yang sekaligus ayah angkat P. Senapati) kepada ayah kandungnya = Ki Pemanahan, karena telah berjasa dalam mengalahkan Arya Penangsang dari Jipang. Ada seorang pemimpin muda tanah perdikan di sebelah selatan  yang tidak mau tunduk kepada pusat kekuasaan baru di Mataram itu. Dialah Ki Ageng Mangir… Atas petunjuk Ki Mandaraka/Ki Juru Mertani, Senapati ingin menundukkan Ki Ageng Mangir itu dengan siasat perkawinan. Disuruhnya putrinya, Pembayun, untuk menyamar sebagai primadona rombongan ledhek yang ‘mengamen’ sampai ke wilayah kediaman Ki Ageng Mangir. Terpikatlah Ki Ageng Mangir pada kecantikan Pembayun. Selanjutnya Pembayun ia peristri tanpa mengetahui siapa sebenarnya Pembayun itu. Mereka benar hidup sebagai suami-istri yang saling mencintai, hingga tiba saatnya Pembayun menjelaskan terus-terang siapakah sebenarnya dirinya itu. ..Ki Ageng Mangir marah, merasa dijebak oleh Senapati; namun terdorong rasa cintanya kepada Pembayun ia akhirnya menuruti untuk mau menghadap ayah mertuanya, Panembahan Senapati. ..Namun saat ia hendak sungkem kepada Senapati, Senapati membenturkan kepala ‘pemberontak’ yang telah menjadi anak menantunya itu ke watu gilang singgasananya. Tewaslah Ki Ageng Mangir. Ia dimakamkan dengan separo bagian di dalam tembok, sedangkan separonya lagi di luar tembok makam keluarga  raja Senapati.

 

***

Abad 16, abad merah tanah Jawa. Penuh darah. Tanpa penguasa. Majapahit runtuh darahnya mengalir ke Demak Bintara lalu ke Pajang dan terbawa sampai Mataram. Sisa-sisa intrik dan haus darah penguasa masih mengalir di dalam nadi para penguasa Jawa yang menjadi cikal bakal Nusantara.

Para bangsawan Majapahit berpencaran mencari kedamaian meninggalkan genangan-genangan darah sisa perang saudara. Melebur tombak, pedang dan keris menjadi sabit dan cangkul. Kembali menembus hutan belantara mencari sumber air yang bisa menghidupi diri secara merdeka dengan bertani.

Hutan yang penuh mara bahaya di antara sungai Progo dan sungai Bedog telah berubah menjadi sebuah dusun pertanian yang merdeka. Salah satu pangeran pelarian dari huru-hara Majapahit membuka hutan dan bertani. Tiga generasi sudah hutan ini menjadi tanah pertanian yang mandiri. Tak ada yang tahu dengan pasti siapa nama sang pangeran pembuka hutan ini. Mereka menyebutnya Ki Ageng Wanabaya, orang besar yang berani membuka hutan penuh bahaya.

Tanah yang berbukit dan berlembah ini sangat subur karena diapit dua sungai besar dan dialiri sungai-sungai kecil pecahan sungai besar tersebut. Tanah pertanian merdeka yang mandiri atau perdikan ini disebut Mangir. Progo, sebuah sungai besar dan dalam dengan air yang menderas di sebelah baratnya adalah sumber kehidupan yang melimpah. Bedog, sungai yang lebih kecil dan dangkal di sebelah timurnya adalah sumber pengairan bagi petak-petak sawah di perdikan Mangir.

Kesuburan tanah dan ketekunan tiga generasi pembuka hutan telah menjadikan perdikan Mangir sebuah daerah yang berkecukupan. Ketika perut penduduk telah kenyang, olah rasa dengan sendirinya berkembang. Kebudayaan yang terlupakan kembali berkembang. Gamelan dan berbagai pertunjukan kembali menyalakan malam. Mangir bukan lagi desa pertanian yang gelap tetapi telah menjadi kotapraja kecil. Cucu sang pembuka hutan yang disebut sebagai Wanabaya ketigalah yang mengatur keadaban perdikan. Para pemuda tidak hanya dibekali ilmu pertanian tetapi mereka juga dibekali ilmu kanuragan untuk membela diri dari serangan para penjarah dan perampok yang sering menjarah hasil pertanian. Cangkul dan sabit telah kembali bersanding dengan tombak pedang dan keris.

***

Tak jauh dari Perdikan Mangir, sebuah hutan juga telah dibuka dan menjadi perdikan yang makmur dan maju. Hutan Mentaok yang diapit Sungai Opak dan sungai Code adalah hadiah Sultan Pajang kepada ki Ageng Pemanahan, seorang ahli perang yang menggunakan putra remajanya untuk membunuh Arya Penangsang musuh Sultan Pajang. Ki Juru Mertani yang menjadi otak kemenangan penjebakan Arya Penangsangpun ikut membuka Hutan Mentaok.

Ki Juru Mertanilah yang dengan keahlian bercocok tanamnya berhasil memajukan Hutan Mentaok menjadi sebuah kota mandiri. Dialah yang sebenarnya merasa berhak atas kekuasan hutan Mentaok yang kemudian berkembang menjadi Mataram, namun Ki Ageng Pemanahanlah yang berhasil mendudukan putranya Sutawijaya menjadi penguasa Mataram yang pertama.

Kekuasaan Kerajaan Demak sirna digantikan Kasultanan Pajang. Kasultanan Pajang surut dan akhirnya ditundukan oleh Mataram. Mataram memperluas kekuasaannya.

Mangir adalah sebuah perdikan, kesatuan dari perdusunan yang merdeka. Mataram mengalami kesulitan mengusai Mangir beserta perdusunan di sekitarnya yang tak mau membayar upeti. Segala upaya ditempuh, Mangir tetap tak bisa dikuasai karena kecerdikan Wanabaya muda dan Baro Klinthing saudara tirinya.

Dan seterusnya sampai akhirnya pembayun muncul dan menjadi kunci suksesnya Mataram menaklukkan Mangir.

Advertisements
Posted in: misteri