Siapa yang tidak kenal Olga Lydia? nah, kali ini sedang rayain imlek

Posted on February 4, 2011

0


Mungkin bisa tidak kenal nama, tapi jika sering melihat televisi, pasti dech tau dan kenali wajah di bawah ini. Dan nama Olga Lydia terasa mudah diingat sekarang. bukan begitu? Jangan lupa, imlek adalah perayaan tahunan yang senantiasa dia rayakan.

Olga Lydia: Berkah Yu Sheng

Jumat, 4 Februari 2011 | 09:22 WIB

 

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi pemain film Olga Lydia (34), Imlek identik dengan makan. ”Jadi, pas Imlek pasti aku makan bareng keluarga,” kata Olga saat dihubungi, Rabu (2/2).

Kebetulan keluarga Olga suka makanan berbahan ikan, yang selain dipercaya membawa rezeki, juga menyehatkan tubuh. Ada salah satu makanan, disebut yu sheng, berupa campuran ikan salmon, kacang, telur pitan, dan ubur-ubur yang pembuatannya unik.

”Makanan itu ditaruh di wadah besar, lalu kami ramai-ramai (bisa 10 orang) mengaduknya dengan sumpit. Siapa paling tinggi mengaduk, rezekinya paling banyak he-he-he, yang penting ramai,” ceritanya tentang perayaan Imlek di keluarganya.

Sekalipun hobi makan, gadis yang mengawali karier dari panggung mode itu tak takut gemuk. Pasalnya, ia membatasi porsi makanannya.

Olga lalu bercerita tentang asyiknya menjadi presenter di TVRI. ”Sebenarnya aku jadi presenterBincang Malam yang menghadirkan pejabat dari berbagai departemen. Kami membahas masalah yang sedang menjadi perhatian masyarakat,” kata Olga yang juga beberapa kali diminta mewawancarai duta besar untuk acara Ambassador Press Club.

Salah satu hasilnya, ia jadi tahu Palestina sudah bebas buta huruf berkat wawancara dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N Mehdawi. Ini berbeda dengan Indonesia yang angka buta hurufnya relatif tinggi. Wawancara itu ditayangkan Jumat ini pukul 22.00 di TVRI. ”Nonton ya!” (TRI)

=========

Olga Lydia Merasa Dibedakan karena SBKRI

Rabu, 1 September 2010 | 10:07 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Aktris dan model Olga Lydia (33) memiliki pengalaman tersendiri berkaitan dengan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI). Bertahun-tahun silam, saat masih kecil, ia heran kenapa harus direpotkan dengan urusan membuat SBKRI yang rumit.

”Saya heran sekali. Bayangkan saja. Ayah saya lahir di Indonesia. Ibu saya lahir di Indonesia. Saya juga lahir di Indonesia. Tapi, kami semua harus mengurus surat keterangan yang menyatakan bahwa kami adalah warga negara Indonesia. Aneh, kan?” kata Olga dalam Rapat Koordinasi Tingkat Nasional Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, pekan lalu.

Di hadapan ratusan kader PDI-P yang menghadiri rapat yang digelar di Jakarta itu, perempuan keturunan Tionghoa tersebut mengungkapkan, gara-gara harus memiliki SBKRI, ia pun merasa dirinya memiliki ”perbedaan tertentu” dengan warga Indonesia lainnya yang tidak perlu direpotkan dengan urusan membuat SBKRI.

”Saya pun memutuskan untuk menghitamkan kulit. Selama dua hari saya berjemur di bawah sinar matahari agar kulit saya menjadi hitam. Untung saja, saya tidak kuat dan tidak meneruskannya,” ujarnya yang segera disambut dengan tawa para peserta rapat. Tentu saja Olga tidak sekadar membutuhkan sambutan tawa. Dia memerlukan perhatian semua pihak soal kewarganegaraannya…. (ato)

 

 

Advertisements
Posted in: artis 1