Safee was-was akan dampak antipati atas perang dingin penonton Indonesia vs Malaysia

Posted on February 15, 2011

0


Meski terus terang ada sedikit kepedihan saat menyaksikan kekalahan kita saat piala AFF, tapi diakui atau tidak, justeru menjadikan kita kian mantap dan kuat melangkah. Meski sering dengan banyak carut marut, teramat banyak batu kerikil menghadang. Toh, bangsa ini masih bisa berdiri dan tersenyum. Satu hal yang menjadikan bangsa Indonesia ini besar, bukan hanya jumlah luasnya, jumlah penduduk, termasuk penderitaannya. Namun juga, satu hal positif, rata-rata bangsa Indonesia senantiasa berjiwa besar. Peribahasa “air tuba dibalas dengan air susu” senantiasa melekat di hati sanubari hampir sebagian besar rakyat Indonesia. Jadi jangan diartikan bangsa ini lemah. Bangsa ini tetap bangsa kuat dengan jiwa besarnya.
Hehe..jadi anda ngga usah kuatir akan hal itu…
LIGA SUPER INDONESIA
Safee Siap Hadapi Intimidasi
Senin, 14 Februari 2011 | 18:35 WIB
 

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

Pesepak bola asal Malaysia, Mohd Safee bin Mohd Sali, resmi bergabung dengan Pelita Jaya FC, di Hotel Kristal, Jakarta, Senin (14/2/2011). Bergabungnya Safee yang dikontrak selama setahun ini diharapkan mampu menaikkan peringkat Pelita Jaya FC di ajang Liga Super Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Striker baru Pelita Jaya, Mohd Safee Sali, mengaku sudah siap menghadapi intimidasi dari para suporter lawan di Liga Super Indonesia (LSI). Safee juga menuturkan dirinya tak takut menghadapi kerasnya pertandingan di LSI.

Safee Sali merupakan striker pembunuh Indonesia di Piala AFF lalu. Ia menjaringkan tiga gol di partai final yang membuat timnas kalah agregat 2-4.

“Saya sudah tahu sambutan fanatik suporter di sini. Saya harap tidak ada tindakan yang berlebihan, karena saya di sini ingin bermain secara profesional. Saya hanya ingin membantu klub saya,” ujar Safee dalam konfrensi pers di Hotel Kristal, Senin (14/2/2011).

Safee yang dikontrak satu tahun bersama Pelita Jaya juga sudah memahami betul bagaimana seluk beluk kerasnya pertandingan LSI. “Saya tahu sepak bola di sini sangat mengandalkan fisik. Saya harus siap menghadapinya dan saya juga harus hati-hati,” ujar pemain 27 tahun tersebut.

Advertisements
Posted in: sepakbola 3