Oh, mobil nasional-ku dimana? kucari-cari? kau dimana?

Posted on January 6, 2012

0


saat saya memulai membangun blog otomotif, awalnya tidak terpikir apa-apa. boleh dibilang, saat membangun blog itu saya sama sekali tidak tertarik dengan dunia otomotif. kehidupan saya yang sederhana, lebih menyukai sepeda balap saya untuk menemani langkah-langkah kaki saya menikmati dunia yang indah ini. Namun seiring waktu, saya banyak membaca artikel-artikel otomotif dan mulai sedikit paham tentang dunianya. saat itu, perasaan saya merasa sangat tertusuk, saat memahami betapa kejayaan Jepang selama ini, atau mungkin Eropa, tidak lepas dari peran Indonesia sebagai konsumen otomotif mereka. Betapa luar biasanya Jepang, mampu bangun dari setiap keterpurukan akibat bencana alam yang datang silih berganti. Maklum, saya masih ingat betapa mobil-mobil Jepang yang harganya mahal-mahal itu dalam jumlah ribuan sedang berenang berdesak-desakan saat Tzunami. Dan coba lihat, dalam waktu singkat saja sudah mulai bangkit. Apapun yang terjadi, tidak butuh waktu lama untuk Jepang berdiri. Tapi coba perhatikan lagi, kok bisa? lihat saja cadangan devisa Jepang yang jumlahnya luar biasa. Lantas belum lagi negara-negara Eropa, bagaimana industri otomotif juga subur di Indonesia. Sungguh, Indonesia adalah surganya para penjual otomotif. Kalau kemudian, kemudian salah satu pemilik industri otomotif Jepang, meminta keluarganya agar abu jenazahnya ditaburkan di pantai bali, rasanya sangat wajar. ucapan terima kasihnya yang meski tidak terucap lewat kata-kata atas industri otomotif Indonesia.
hal lain, kita ingat juga bagaimana Malaysia mulai berkembang industri nasional mobilnya lewat proton. Coba tebak lagi bagaimana India dengan Tata Nanonya melahirkan mobil termurah berkelas dunia. Yang lain..yang lain..apa yach?

saat itu sebenarnya saya sangat kecewa berat, ingat bagaimana dulu teman SMU saya yang saat kuliah dulu di teknik mesin ITB, dulu pernah bilang kalau bikin mobil buat dia dan temen-temennya gampang dan Indonesia buat bangun mobil nasional, jelas bisa. Apalagi saya juga berfikir, bikin pesawat aja bisa, apalagi bikin mobil. Jadi tidak heran tiap kali saya posting artikel otomotif, saya selalu saja cari-cari mana nich mobil Indonesia..saya cari-cari ngga ada.

Tapi akhirnya, sekarang saya sudah cukup berlega hati dech, waktu dulu mobil Timor gagal ya..sudahlah. sekarang kan ada yang lain. Nah, saya cukup simpati sama Pak Joko Widodo, telah membeli mobil ESEMKA, yang mendukung kreatifitas anak-anak SMK yang kalau jaman kuliah saya anak STM yang setingkat SMU. Salut dan angkat topi buat Pak Jokawi. hehe..saya juga senang dan jadi teringat juga..rombongan sepeda-sepeda dari Solo sering mampir ke Jogja. Apalagi itu pas betul dengan slogan yang dicanangkan dulu oleh mantan walikota jogja, pak Heri Zudianto, jogja kota sepeda  Salut juga buat pak Heri. Sayangnya saya memang belum masuk komunitas sepeda Pak. cuma kemana-mana naik sepeda sendiri. Nah, bagaimana lagi? Terus ini juga saya baca ternyata pemda Surabaya punya nasionalisme tinggi, terbukti beli ribuan mobil TAWON buat mobil dinas pemda. Terus maju, pemda Surabaya!! Surabaya memang menjadi kota PAHLAWAN dan bukan cuma isapan jempol belaka. Dulu darah para pahlawan di sana menyuburkan tanah air ini, sekarang kebangkitan ekonomi, salah satunya lewat otomotif ini, coba tunjukkan. Salut dech..

sekarang saya mulai mencari-cari artikel mana yach..nah, ini..iya ini..bentar yach dan sambil tersenyum, terbayang indahnya masa depan Indonesia..!!! soalnya abis posting ini, saya mau naik sepeda balap saya meluncur menuju ke teman saya dan minum kopi hari ini rasanya nikmaaaaaaaaaaatttttttttt sekaliiiiiiiiiiiiiiii….!!!!!!!!!!!!!

Advertisements
Posted in: mobil