| LOGO |
| PANCASILA |
| PANCASILA |
| PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM |
| MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA |
| Edy Prihantoro, S.Sos., MMSI |
| Universitas Gunadarma |
| Pendahuluan |
| A. Pengertian Paradigma |
| Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia |
| ilmu pengetahuan adalah |
| Thomas S. Khun |
| dalam bukunya yang berjudul |
| “The |
| Structure Of Scientific Revolution”, paradigma |
| adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan |
| teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu |
| sumber hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat |
| menentukan sifat, ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. |
| Dalam ilmu-ilmu sosial manakala suatu teori yang didasarkan pada suatu hasil |
| penelitian ilmiah yang mendasarkan pada metode kuantitatif yang mengkaji manusia |
| dan masyarakat berdasarkan pada sifat-sifat yang parsial, terukur, korelatif dan |
| positivistik, maka hasil dari ilmu pengetahuan tersebut secara epistemologis hanya |
| mengkaji satu aspek saja dari obyek ilmu pengetahuan yaitu manusia. |
| Dalam masalah yang populer istilah paradigma berkembang menjadi terminologi |
| yang mengandung konotasi pengertian |
| sumber nilai, kerangka pikir, orientasi dasar, |
| sumber asas serta tujuan |
| dari suatu perkembangan, perubahan serta proses dari |
| suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan & pendidikan. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| B. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan |
| Tujuan negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah “Melindungi |
| segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia” hal ini merupakan tujuan negara |
| hukum formal, adapun rumusan “Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan |
| kehidupan bangsa” hal ini merupakan tujuan negara hukum material, yang secara |
| keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional. |
| Adapun tujuan umum atau internasional adalah “ikut melaksanakan ketertiban |
| dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. |
| Secara filosofis hakikat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan |
| nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan |
| nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilai Pancasila. Unsur-unsur hakikat |
| manusia |
| “monopluralis” |
| meliputi susunan kodrat manusia |
| , |
| terdiri |
| rokhani (jiwa) dan |
| jasmani (raga), |
| sifatkodratmanusiaterdiri |
| makhluk individu dan makhluk sosial serta |
| kedudukan kodrat manusia |
| sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan makhluk Tuhan. |
| C. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK |
| Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) pada hakikatnya merupakan suatu hasil |
| kreativitas rohani manusia. Unsur rohani (jiwa) manusia meliputi aspek akal, rasa, dan |
| kehendak. Akal merupakan potensi rohaniah manusia dalam hubungannya dengan |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| intelektualitas, rasa dalam bidang estetis, dan kehendak dalam bidang moral (etika). |
| Tujuan yang esensial dari Iptek adalah demi kesejahteraan umat manusia, sehingga |
| Iptek pada hakekatnya tidak bebas nilai namun terikat oleh nilai. |
| Pengembangan Iptek sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral |
| Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. |
| - Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengkomplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, |
| keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal, rasa dan kehendak. |
| Berdasarkan sila ini Iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan dan |
| diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan |
| manusia dengan sekitarnya. |
| - Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa |
| manusia dalam mengembangkan Iptek harus bersifat beradab. Iptek adalah sebagai |
| hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. |
| - Sila Persatuan Indonesia, mengkomplementasikan universalia dan internasionalisme |
| (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan Iptek hendaknya dapat |
| mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa |
| sebagai bagian dari umat manusia di dunia. |
| - Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam |
| permusyawaratan/perwakilan mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| Artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek juga |
| harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap |
| yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan |
| ilmuwan lainnya. |
| - Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengkomplementasikan |
| pengembangan Iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan |
| kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, |
| manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan |
| masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya. |
| Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan POLEKSOSBUDHANKAM |
| Hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pengembangan |
| POLEKSOSBUDHANKAM. Pembangunan hakikatnyamembangunmanusiasecaralengkap, |
| secara utuh meliputi seluruh unsur hakikat manusia monopluralis, atau dengan kata lain |
| membangun martabat manusia. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan |
| POLEKSOSBUDHANKAM |
| * Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Bidang Politik |
| Pengembangan dan pembangunan bidang politik harus mendasarkan pada tuntutan |
| hak dasar kemanusiaan yang di dalam istilah ilmu hukum dan kenegaraan disebut hak |
| asasi manusia. |
| Dalam sistem politik negara harus mendasarkan pada kekuasaan yang bersumber |
| pada penjelmaan hakikat manusia sebagai individu – mahluk sosial yang terjelma sebagai |
| rakyat. Selain sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik |
| negara. Drs. Moh. Hatta, menyatakan bahwa “negara berdasarkan atas Ketuhanan yang |
| Maha Esa, atas dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Hal ini menurutnya agar |
| memberikan dasar-dasar moral supaya negara tidak berdasarkan kekuasaan. |
| Dalam sila-sila Pancasila tersusun atas urut-urutan sistematis, bahwa dalam politik |
| negara harus mendasarkan pada kerakyatan (sila IV), adapun pengembangan dan |
| aktualisasi politik negara berdasarkan pada moralitas berturut-turut moral ketuhanan, |
| moral kemanusiaan (sila II) dan moral persatuan, yaitu ikatan moralitas sebagai suatu |
| bangsa (sila III). Adapun aktualisasi dan pengembangan politik negara demi tercapainya |
| keadilan dalam hidup bersama (sila V). |
| * Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ekonomi |
| Sistem ekonomi Indonesia mendasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| * Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Sosial Budaya |
| Dalam pengembangan sosial budaya pada masa reformasi dewasa ini kita harus |
| mengangkat nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai-nilai |
| Pancasila itu sendiri. Prinsip etika Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik, artinya |
| nilai-nilai Pancasila mendasarkan pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat |
| manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Dalam rangka pengembangan sosial budaya, |
| Pancasila sebagai kerangka kesadaran yang dapat mendorong untuk |
| universalisasi |
| , yaitu |
| melepaskan simbol-simbol dari keterikatan struktur, dan |
| transendentalisasi |
| . yaitu |
| meningkatkan derajat kemerdekaan manusia, kebebasan spiritual. |
| * Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Hankam |
| Pertahanan dan Keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan demi tercapainya |
| kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Pertahanan dan |
| Keamanan negara haruslah mendasarkan pada tujuan demi kepentingan rakyat sebagai |
| warga negara. Pertahanan dan keamanan harus menjamin hak-hak dasar, persamaan |
| derajat serta kebebasan kemanusiaan dan Hankam diperuntukkan demi terwujudnya |
| keadilan dalam masyarakat agar negara benar-benar meletakkan pada fungsi yang |
| sebenarnya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu negara yang berdasarkan |
| kekuasaan. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| Pancasila sebagai Paradigma Reformasi |
| * Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama |
| Pancasila telah memberikan dasar-dasar nilai yang fundamental bagi bangsa |
| Indonesia untuk hidup secara damai dalam kehidupan beragama di negara Indonesia. |
| Dalam pengertian ini maka negara menegaskan dalam pokok pikiran ke IV bahwa |
| “Negara |
| berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa “ |
| , ini berarti bahwa kehidupan dalam negara |
| mendasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan. |
| C. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi |
| Negara Indonesia ingin mengadakan suatu perubahan, yaitu menata kembali |
| kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya masyarakat madani yang |
| sejahtera, masyarakat yang bermartabat kemanusiaan yang menghargai hak-hak asasi |
| manusia, masyarakat yang demokratis yang bermoral religius serta masyarakat yang |
| bermoral kemanusiaan dan beradab. |
| Reformasi adalah mengembalikan tatanan kenegaraan kearah sumber nilai yang |
| merupakan platform kehidupan bersama bangsa Indonesia, yang selama ini |
| diselewengkan demi kekuasaan sekelompok orang, baik pada masa orde lama maupun |
| orde baru. Proses reformasi walaupun dalam lingkup pengertian reformasi total harus |
| memiliki platform dan sumber nilai yang jelas dan merupakan arah, tujuan, serta cita-cita |
| yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| 1. Gerakan Reformasi |
| Pelaksanaan GBHN 1998 pada Pembangunan Jangka Panjang II Pelita ke tujuh |
| bangsa Indonesia menghadapi bencana hebat, yaitu dampak krisis ekonomi Asia terutama |
| Asia Tenggara sehingga menyebabkan stabilitas politik menjadi goyah. |
| Sistem politik dikembangkan kearah sistem “ |
| Birokratik Otoritarian” |
| dan suatu sistem |
| “Korporatik”. |
| Sistem ini ditandai dengan konsentrasi kekuasaan dan partisipasi didalam |
| pembuatan keputusan-keputusan nasional yang berada hampir seluruhnya pada tangan |
| penguasa negara, kelompok militer, kelompok cerdik cendikiawan dan kelompok |
| pengusaha oligopolistik dan bekerjasama dengan mayarakat bisnis internasional. |
| Awal keberhasilan gerakan reformasi tersebut ditandai dengan mundurnya Presiden |
| Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998, yang kemudian disusul dengan dilantiknya Wakil |
| Presiden Prof. Dr. B.J. Habibie menggantikan kedudukan Presiden. Kemudian diikuti |
| dengan pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan. |
| Pemerintahan Habibie inilah yang merupakan pemerintahan transisi yang akan |
| mengantarkan rakyat Indonesia untuk melakukan reformasi secara menyeluruh, terutama |
| perubahan paket UU politik tahun 1985, kemudian diikuti dengan reformasi ekonomi |
| yang menyangkut perlindungan hukum. Yang lebih mendasar reformasi dilakukan pada |
| kelembagaan tinggi dan tertinggi negara yaitu pada susunan DPR dan MPR, yang dengan |
| sendirinya harus dilakukan melalui Pemilu secepatnya. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| a. Gerakan Reformasi dan Ideologi Pancasila |
| Arti Reformasi secara etimologis berasal dari kata |
| reformation |
| dengan akar kata |
| reform |
| yang artinya |
| “make or become better by removing or putting right what is bad |
| or wrong” |
| . Secara harfiah reformasi memiliki arti suatu gerakan untuk memformat |
| ulang, menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk |
| dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang |
| dicita-citakan rakyat. Oleh karena itu suatu gerakan reformasi memiliki kondisi |
| syarat-syarat sebagai berikut : |
| 1. Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan- |
| penyimpangan. Misalnya pada masa orde baru, asas kekeluargaan menjadi |
| nepotisme, kolusi, dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat |
| UUD 1945. |
| 2. Suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita-cita yang jelas |
| (landasan ideologis) tertentu. Dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan |
| negara Indonesia. |
| 3. Suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasarkan pada suatu kerangka |
| struktural tertentu (dalam hal ini UUD) sebagai kerangka acuan reformasi. |
| 4. Reformasi dilakukan ke arah suatu perubahan kondisi serta keadaan yang lebih |
| baik dalam segala aspek antara lain bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta |
| kehidupan keagamaan. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| 5. Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etika sebagai manusia |
| yang berketuhanan yang maha esa, serta terjaminnya persatuan dan |
| kesatuan bangsa. |
| b. Pancasila sebagai Dasar Cita-cita Reformasi |
| Menurut Hamengkubuwono X, gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam |
| kerangka perspektif Pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideologi sebab tanpa adanya |
| suatu dasar nilai yang jelas maka suatu reformasi akan mengarah pada suatu disintegrasi, |
| anarkisme,brutalisme pada akhirnya menuju pada kehancuran bangsa dan negara |
| Indonesia. Maka reformasi dalam perspektif Pancasila pada hakikatnya harus |
| berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan |
| beradab, Persatuan Indonesia, Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan |
| dalam permusyawaratan/perwakilan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat |
| Indonesia. |
| Pancasila sebagai sumber nilai memiliki sifat yang reformatif artinya memiliki aspek |
| pelaksanaan yang senantiasa mampu menyesuaikan dengan dinamika aspirasi rakyat. |
| Dalam mengantisipasi perkembangan jaman yaitu dengan jalan menata kembali |
| kebijaksanaan-kebijaksanaan yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| 2. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Hukum |
| Setelah peristiwa 21 Mei 1998 saat runtuhnya kekuasaan orde baru, salah satu |
| subsistem yang mengalami kerusakan parah adalah bidang hukum. Produk hukum baik |
| materi maupun penegaknya dirasakan semakin menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan, |
| kerakyatan serta keadilan. |
| Kerusakan atas subsistem hukum yang sangat menentukan dalam berbagai bidang |
| misalnya, politik, ekonomi dan bidang lainnya maka bangsa Indonesia ingin melakukan |
| suatu reformasi, menata kembali subsistem yang mengalami kerusakan tersebut. |
| Pancasila sebagai Sumber Nilai Perubahan Hukum |
| Dalam negara terdapat suatu dasar fundamental atau pokok kaidah yang merupakan |
| sumber hukum positif yang dalam ilmu hukum tata negara disebut |
| staatsfundamental |
| . |
| Sumber hukum positif di Indonesia tidak lain adalah Pancasila. |
| Hukum berfungsi sebagai pelayanan kebutuhan masyarakat, maka hukum harus |
| selalu diperbarui agar aktual atau sesuai dengan keadaan serta kebutuhan masyarakat. |
| Sebagai cita-cita hukum, Pancasila dapat memenuhi fungsi |
| konstitutif |
| maupun fungsi |
| regulatif |
| . Dengan fungsi regulatif Pancasila menentukan dasar suatu tata hukum yang |
| memberi arti dan makna bagi hukum itu sendiri sehingga tanpa dasar yang diberikan |
| oleh Pancasila maka hukum akan kehilangan arti dan maknanya sebagai hukum itu |
| sendiri. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| Fungsi regulatif Pancasila menentukan apakah suatu hukum positif sebagai produk |
| yang adil ataukah tidak adil. Sebagai |
| staatfundamentalnorm |
| , Pancasila merupakan |
| pangkal tolak derivasi (sumber penjabaran) dari tertib hukum di Indonesia termasuk UUD |
| 1945. Dalam pengertian inilah menurut istilah ilmu hukum disebut sebagai sumber dari |
| segala peraturan perundang-undangan di Indonesia. |
| Sumber hukum meliputi dua macam pengertian, sumber hukum formal yaitu sumber |
| hukum ditinjau dari bentuk dan tata cara penyusunan hukum, yang mengikat terhadap |
| komunitasnya, misalnya UU, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah. Sumber hukum |
| material yaitu suatu sumber hukum yang menentukan materi atau isi suatu norma hukum. |
| Jika terjadi ketidakserasian atau pertentangan satu norma hukum dengan norma |
| hukum lainnya yang secara hierarkis lebih tinggi apalagi dengan Pancasila sebagai |
| sumbernya, berarti terjadi inkonstitusionalitas |
| (unconstitutionality) |
| dan ketidak legalan |
| (illegality) |
| dan karenanya norma hukum yang lebih rendah itu batal demi hukum. |
| Dasar Yuridis Reformasi Hukum |
| Reformasi total sering disalah artikan sebagai dapat melakukan perubahan dalam |
| bidang apapun dengan jalan apapun. Jika demikian maka kita akan menjadi bangsa yang |
| tidak beradab, tidak berbudaya, masyarakat tanpa hukum, yang menurut |
| Hobbes |
| disebut |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| keadaan |
| “homo homini lupus”, |
| manusia akan menjadi serigala manusia lainnya dan |
| . |
| hukum yang berlaku adalah hukum rimba |
| UUD 1945 beberapa pasalnya dalam praktek penyelenggaraan negara bersifat multi |
| interpretable (penafsiran ganda), dan memberikan porsi kekuasaan yang sangat besar |
| kepada presiden (executive heavy). Akibatnya memberikan kontribusi atas terjadinya krisis |
| politik serta mandulnya fungsi hukum dalam negara RI. |
| Berdasarkan isi yang terkandung dalam Penjelasan UUD 1945, Pembukaan UUD 1945 |
| menciptakan pokok-pokok pikiran yang dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 secara |
| normatif. Pokok-pokok pikiran tersebut merupakan suasana kebatinan dari UUD dan |
| merupakan cita-cita hukum yang menguasai baik hukum dasar tertulis (UUD 1945) |
| maupun hukum dasar tidak tertulis (Convensi). |
| Selain itu dasar yuridis Pancasila sebagai paradigma reformasi hukum adalah Tap |
| MPRS No.XX/MPRS/1966 yang menyatakan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala |
| sumber hukum di Indonesia, yang berarti sebagai sumber produk serta proses penegakan |
| hukum yang harus senantiasa bersumber pada nilai-nilai Pancasila dan secara eksplisit |
| dirinci tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang bersumber pada nilai- |
| nilai Pancasila. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Hukum |
| Dalam era reformasi pelaksanaan hukum harus didasarkan pada suatu nilai sebagai |
| landasan operasionalnya. Reformasi pada dasarnya untuk mengembalikan hakikat dan |
| fungsi negara pada tujuan semula yaitu melindungi seluruh bangsa dan seluruh tumpah |
| darah Indonesia. |
| Negara pada hakikatnya secara formal harus melindungi hak-hak warganya terutama |
| hak kodrat sebagai suatu hak asasi yang merupakan karunia Tuhan YME. Oleh karena itu |
| pelanggaran terhadap hak asasi manusia adalah sebagai pengingkaran terhadap dasar |
| filosofis negara misalnya pembungkaman demokrasi, penculikan, pembatasan |
| berpendapat berserikat, berunjuk rasa dan lain sebagainya. |
| Pelaksanaan hukum pada masa reformasi harus benar-benar dapat mewujudkan |
| negara demokrasi dengan suatu supremasi hukum. Artinya pelaksanaan hukum harus |
| mampu mewujudkan jaminan atas terwujudnya keadilan (sila V) dalam suatu negara yaitu |
| keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi setiap warga negara tidak memandang |
| pangkat, jabatan, golongan, etnisitas maupun agama. Setiap warga negara bersamaan |
| kedudukannya di muka hukum dan pemerintah (pasal 27 UUD 1945). Jaminan atas |
| terwujudnya keadilan bagi setiap warga negara dalam hidup bersama dalam suatu negara |
| yang meliputi seluruh unsur keadilan baik keadilan distributif, keadilan komulatif, serta |
| keadilan legal. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Politik |
| Landasan aksiologis (sumber nilai) sistem politik Indonesia adalah dalam |
| Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi “……maka disusunlah kemerdekaan |
| kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang |
| terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat |
| dengan berdasar kepada Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan |
| Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan |
| dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial |
| bagi seluruh rakyat Indonesia”. |
| Nilai demokrasi politik sebagaimana terkandung dalam Pancasila sebagai fondasi |
| bangunan negara yang dikehendaki oleh para pendiri negara kita dalam kenyataannya |
| tidak dilaksanakan berdasarkan suasana kerokhanian berdasarkan nilai-nilai tersebut. |
| Berdasarkan semangat dari UUD 1945 esensi demokrasi adalah : |
| a. Rakyat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam negara. |
| b. Kedaulatan rakyat dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. |
| c. Presiden dan wakil presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dan |
| karenanya harus tunduk dan bertanggungjawab kepada MPR. |
| d. Produk hukum apapun yang dihasilkan oleh Presiden, baik sendiri maupun bersama- |
| sama lembaga lain kekuatannya berada di bawah Majelis Permusyawatan Rakyat |
| atau produk-produknya |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Ekonomi |
| Kebijaksanaan ekonomi yang selama ini diterapkan hanya mendasarkan pada |
| pertumbuhan dan mengabaikan prinsip nilai kesejahteraan bersama seluruh bangsa, |
| dalam kenyataannya hanya menyentuh kesejahteraan sekelompok kecil orang bahkan |
| penguasa. |
| Pada era ekonomi global dewasa ini dalam kenyataannya tidak mampu bertahan. |
| Krisis ekonomi yang terjadi di dunia dan melanda Indonesia mengakibatkan ekonomi |
| Indonesia terpuruk, sehingga kepailitan yang diderita oleh para pengusaha harus |
| ditanggung oleh rakyat. |
| Dalam kenyataannya sektor ekonomi yang justru mampu bertahan pada masa krisis |
| dewasa ini adalah ekonomi kerakyatan, yaitu ekonomi yang berbasis pada usaha rakyat. |
| Langkah yang strategis dalam upaya melakukan reformasi ekonomi yang berbasis pada |
| ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang mengutamakan kesejahteraan |
| seluruh bangsa adalah sebagai berikut : |
| a. Keamanan pangan dan mengembalikan kepercayaan, yaitu dilakukan dengan program |
| “social safety net” |
| yang popular dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS). |
| Sementara untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, maka |
| pemerintah harus secara konsisten menghapuskan KKN, serta mengadili bagi oknum |
| pemerintah masa orde baru yang melakukan pelanggaran. Hal ini akan memberikan |
| kepercayaan dan kepastian usaha. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| b. Program rehabilitasi dan pemulihan ekonomi. |
| Upaya ini dilakukan dengan menciptakan kondisi kepastian usaha, yaitu dengan |
| diwujudkan perlindungan hukum serta undang-undang persaingan yang sehat. Untuk itu |
| pembenahan dan penyehatan dalam sektor perbankan menjadi prioritas utama, karena |
| perbankan merupakan jantung perekonomian. |
| c. Transformasi struktur, yaitu guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu diciptakan |
| sistem untuk mendorong percepatan perubahan struktural ( |
| structural transformation |
| ). |
| Transformasi struktural ini meliputi proses perubahan dari ekonomi tradisional ke |
| ekonomi modern, dari ekonomi lemah ke ekonomi yang tangguh, dari ekonomi |
| subsistem ke ekonomi pasar, dari ketergantungan kepada kemandirian, dari orientasi |
| dalam negeri ke orientasi ekspor. |
| Dengan sendirinya intervensi birokrat pemerintahan yang ikut dalam proses ekonomi |
| melalui monopoli demi kepentingan pribadi harus segera diakhiri. Dengan sistem ekonomi |
| yang mendasarkan nilai pada upaya terwujudnya kesejahteraan seluruh bangsa maka |
| peningkatan kesejahteraan akan dirasakan oleh sebagian besar rakyat, sehingga dapat |
| mengurangi kesenjangan ekonomi. |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| Soal : |
| 1. |
| Apa yang anda usulkan kepada pemerintah demi tegaknya |
| supremasi hukum di Indonesia ? |
| 2. |
| Bagaimana paradigma Pancasila dalam menghadapi beberapa |
| kasus yang berkaitan dengan kehidupan agama di Indonesia ? |
| http://www.themegallery.com |
| http://www.themegallery.com |
| Company Logo |
| Company Logo |
| LOGO |
Posted in: apa ya


Posted on September 3, 2010
0